Kemlu Sebut Upaya Pencarian 3 WNI Hilang di Selat Hormuz Masih Dilakukan

IVOOX.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan otoritas terkait masih melakukan pencarian terhadap tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang di Selat Hormuz.
"Untuk tiga orang WNI yang hilang di Selat Hormuz, sampai saat ini masih dilakukan pencarian dan otoritas setempat juga masih terus melakukan pencarian selama 24 jam. Mereka tidak akan berhenti sampai otoritas setempat menyatakan pencarian dihentikan,” kata Plt Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heny Hamidah dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (13/2/2026), dikutip dari Antara.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah setempat mengenai apa yang menyebabkan ledakan di kapal tugboat tempat para WNI bekerja tersebut.
Dia juga menyatakan sejauh ini belum ada laporan terkait WNI lain yang terjebak di Selat Hormuz.
Pada 6 Maret kapal tugboat Musaffah 2 yang berbendera Uni Emirat Arab (UEA) terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz. Akibat insiden tersebut satu WNI dirawat di rumah sakit di Oman, sedangkan tiga WNI lainnya masih dalam pencarian.
Selain itu Heny menyampaikan 32 WNI yang dievakuasi dari Iran telah tiba di Indonesia pada 10 Maret 2026. Pada tahap evakuasi kedua ada 34 WNI yang akan diterbangkan ke Indonesia dalam dua gelombang.
“Gelombang pertama akan tiba hari ini (sebanyak) 20 orang dan besok 14 orang akan tiba di Jakarta,” ujar Heny.
Terkait rencana evakuasi berikutnya, Heny mengatakan Pemerintah Indonesia melalui KBRI Teheran akan terus melakukan asesmen terkait keamanan di Iran dan situasi para WNI yang masih berada di Iran.
Menurutnya, sesuai dengan pernyataan Menlu RI, keperluan evakuasi berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi terakhir di lapangan dan melihat kesiapan dan kesediaan para WNI yang masih berada di wilayah terdampak.
“KBRI akan terus berkomunikasi secara intensif dengan para WNI yang masih berada di Iran untuk mendapatkan masukan tentang situasi mereka di lokasi masing-masing,” kata Heny.
Iran diserang oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan ratusan siswi, serta pejabat tinggi Iran lainnya.
Iran pun melakukan serangan balasan dengan menyerang aset-aset militer AS yang ditempatkan di negara-negara di kawasan Timur Tengah dan secara efektif menutup jalur air Selat Hormuz yang mengakibatkan naiknya harga minyak dunia.


0 comments