Kemlu Sebut Tidak Ada WNI Menjadi Korban Gempa Venezuela, KBRI Pantau Situasi | IVoox Indonesia

June 27, 2026

Kemlu Sebut Tidak Ada WNI Menjadi Korban Gempa Venezuela, KBRI Pantau Situasi

Seismograf gempa bumi
Ilustrasi – Seismograf gempa bumi. (ANTARA/Shutterstock/McCarony)

IVOOX.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban gempa besar bermagnitudo 7,1 di Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026, sore waktu setempat, dengan KBRI Caracas terus memantau perkembangan kondisi para WNI.

“KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 orang, ada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, Kamis (25/6/2026), dikutip dari Antara.

Di samping itu, Heni memastikan seluruh staf di KBRI Caracas juga selamat dan dalam keadaan aman. “Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta juga tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti,” kata dia.

Heni menyampaikan bahwa gempa bermagnitudo 7,1 tersebut terjadi pukul 15:04 waktu setempat (Kamis pukul 02:04 WIB), dengan episentrum terletak sekitar 28 kilometer sebelah barat wilayah Moron di pesisir Venezuela dan berkedalaman sekitar 10—13 kilometer.

Menyusul gempa besar yang terjadi, KBRI Caracas terus melakukan koordinasi dan komunikasi cepat dengan pihak-pihak terkait.

Jalur komunikasi darurat telah dibuka untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan pemutakhiran kondisi WNI secara berkala.

KBRI Caracas juga terus memantau pernyataan resmi pemerintah Venezuela terkait potensi gempa susulan dan ancaman tsunami di pesisir, kata dia.

Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI yang berada di Venezuela untuk senantiasa waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan segera menghubungi KBRI Caracas apabila membutuhkan bantuan.

Dalam keadaan darurat, para WNI dapat menghubungi hotline KBRI Caracas dengan nomor telepon +58-4120217253 atau +58-4122340100, atau hotline Direktorat PWNI Kemlu RI dengan nomor +62812-9007-0027, ucap Heni.

“Pemerintah Indonesia turut menyampaikan duka yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas musibah ini, serta berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat,” demikian Direktur PWNI Kemlu.

Venezuela Tetapkan Darurat Nasional

Pemerintah Venezuela resmi menetapkan status darurat nasional menyusul guncangan gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut, demikian Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez.

Sebelumnya pada Rabu, 24 Juni 2026, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 telah mengguncang Venezuela. Pusat gempa terdeteksi berada 16 kilometer dari kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.

"Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami," kata Rodriguez dalam sebuah pidato video pada Rabu malam waktu setempat, dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa bandara utama Venezuela, Maiquetia, terpaksa ditutup total akibat mengalami kerusakan yang cukup parah.

"Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak sangat parah. Di ibu kota Caracas, gedung-gedung runtuh di berbagai area. Negara bagian Miranda dan La Guaira juga mengalami kerusakan signifikan... termasuk juga wilayah Aragua, Carabobo, dan Falcon," jelas Rodriguez.

Lebih lanjut, Rodriguez menyebutkan bahwa sedikitnya 20 gempa susulan telah tercatat pasca dua gempa utama tersebut.

Menurutnya, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Panama, Qatar, Kuba, Nikaragua, Turki, Yordania, Kolombia, Barbados, Inggris, Brasil, dan Meksiko langsung menyatakan kesiapan mereka untuk membantu Venezuela.

Selain itu, perwakilan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga keuangan internasional dilaporkan telah menghubungi pemerintah Venezuela untuk menawarkan bantuan dalam penanganan pascabencana.

Pada peristiwa tersebut sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dan empat lainnya luka-luka setelah sebuah bangunan tempat tinggal runtuh di Caracas, Venezuela.

"Jenazah tiga korban, termasuk seorang anak-anak, dievakuasi dari bawah reruntuhan. Selain itu, terdapat empat orang luka-luka," kata sebuah sumber kepada RIA Novosti, dikutip dari Antara.

0 comments

    Leave a Reply