Kementerian Perdagangan Identifikasi 2.616 Desa Berpotensi Ekspor

IVOOX.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengidentifikasi sebanyak 2.616 desa di berbagai daerah sebagai bagian dari Program Desa Bisa Ekspor untuk memperluas basis pelaku ekspor nasional sekaligus mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah membangun ekosistem ekspor sejak dari daerah dengan memetakan potensi setiap desa.
"Karena produk primer banyak dilakukan di desa, kita juga dengan Kementerian Desa melakukan kegiatan yang namanya Desa Bisa Ekspor," kata Ari di Jakarta, Minggu (5/6/2026), dikutip dari Antara.
Ari mengatakan, desa-desa yang telah diidentifikasi kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat kesiapan ekspornya sehingga pendampingan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
"Sejauh ini kita ada 2.616 desa di seluruh Indonesia yang sudah kita identifikasi. Kita klasterkan mana yang benar-benar siap ekspor, mana yang punya potensi ekspor, jadi produknya sebenarnya potensial tetapi perlu diasah lagi," ujarnya.
Selain melakukan pemetaan, Kemendag juga memfasilitasi pelaku UMKM agar tidak harus berhadapan langsung dengan pembeli luar negeri pada tahap awal.
Pemerintah mempertemukan mereka dengan agregator atau off-taker yang dapat membantu proses pembinaan hingga pemasaran produk.
Di sisi lain, terus memperkuat pendampingan bagi UMKM agar mampu memenuhi berbagai persyaratan ekspor yang diterapkan negara tujuan.
Menurut dia, pelaku usaha perlu memahami berbagai ketentuan, mulai dari sertifikasi keamanan pangan, sertifikat halal, hingga standar lain yang dipersyaratkan masing-masing negara tujuan.
Ia menilai pendekatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM sekaligus memperkuat kesiapan produk sebelum memasuki pasar ekspor.
Pemerintah berharap semakin banyak desa mampu mengembangkan komoditas unggulannya menjadi produk ekspor bernilai tambah sehingga manfaat perdagangan internasional dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di daerah.
"Jadi ya itu yang coba kita lakukan. Pastinya peluang ekspor sudah sangat terbuka lebar," kata Ari.


0 comments