Kementerian Pariwisata Persiapkan Revalidasi Status Ijen Sebagai UNESCO Global Geopark | IVoox Indonesia

July 28, 2026

Kementerian Pariwisata Persiapkan Revalidasi Status Ijen Sebagai UNESCO Global Geopark

Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana
Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana didampingi Bupati Ipuk Fiestiandani saat rapat koordinasi revalidasi Geopark Ijen sebagai UNESCO Global Geopark di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, jawa Timur. Sabtu (25/7/2026) ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi

IVOOX.id – Kementerian Pariwisata mulai mempersiapkan revalidasi Geopark Ijen sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) dengan menggelar rapat koordinasi bersama pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"Agenda kita kali ini membahas persiapan revalidasi Ijen UNESCO Global Geoprak yang akan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026, dan keberhasilan mempertahankan predikat ini menjadi tanggung jawab kita bersama," kata Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana saat memimpin rapat di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Menteri Widhiyanti, target dari revalidasi ini adalah mempertahankan kartu hijau (green card), sehingga diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor UNESCO dapat ditindaklanjuti bersama.

Untuk mempertahankan kartu hijau agar status jaringan Geopark UNESCO yang telah ditetapkan sejak 2023 tetap berlanjut, menurut dia, diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti termasuk penguatan promosi warisan geologi.

"Juga peningkatan aksesibilitas kemitraan dan pengelolaan kawasan blue fire yang tetap mengedepankan aspek keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan," kata Widhiyanti.

"Sebagai Geopark Terbaik di Indonesia, saya yakin Geopark Ijen akan bisa mempertahankan status green card pada penilaian UNESCO Global Geoprak," katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa selama ini UGG Ijen dikelola dengan semangat merawat warisan, menghidupkan budaya, serta menumbuhkan kesejahteraan tanpa mengorbankan keberlanjutan.

"Bagi kami, nantinya pengakuan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan," kata Ipuk, dikutip dari Antara.

Sementara itu Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas menambahkan, ada lima rekomendasi dari UNESCO yang menjadi perhatian pada pengelolaan Geopark Ijen, yakni penguatan riset dan pemetaan geologi, meningkatkan promosi warisan geologi, penambahan panel informasi edukatif di area geopark, hingga keaktifan pengelola dalam menggelar agenda nasional dan internasional.

"Rekomendasi sudah kami jalankan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat," kata Abdillah dikutip dari Antara.

Rapat koordinasi persiapan revalidasi Geopark Ijen Sebagai UNESCO Global Geopark ini juga diikuti Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafii, General Manajer Geopark Ijen Abdillah Baras, Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo Probo Resni Aji dan Kepala RKW 14 Kawah Ijen Balai Besar Konservasi SDA Jawa Timur Rusdi Santoso, serta jajaran Kementerian Pariwisata.

Revalidasi UGG tahun ini merupakan evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap jaringan Geopark tiap empat tahun sekali, untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi. Hasil evaluasi nantinya menentukan status green card (dipertahankan), yellow card (perbaikan 2 tahun), atau red card (dicabut).

0 comments

    Leave a Reply