Kementerian LH Verifikasi 356 Perusahaan yang Areanya Mengalami Karhutla

IVOOX.id – Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan pemerintah sedang melakukan verifikasi terhadap setidaknya 356 perusahaan di berbagai daerah Indonesia yang lahan maupun hutan di areanya terbakar.
"Kita sedang memverifikasi semua yang ada wilayahnya atau areanya terbakar di perusahaan-perusahaan. Dan ini jumlahnya tidak sedikit, ada 356 perusahaan," kata Jumhur Hidayat usai kunjungan kerja ke PP Muhammadiyah Yogyakarta, pada Jumat (30/10/2026), dikutip dari Antara.
Menurut dia kenapa bisa terjadi kebakaran di lahan maupun hutan area perusahaan tersebut, modusnya berbeda beda sehingga faktor itulah yang akan diketahui pemerintah melalui verifikasi secara cermat.
"Modusnya beda-beda kenapa terjadi kebakaran di areanya. Nah kita tidak boleh juga sembrono. Ada yang dua hektare, lima hektare, yang 10 hektare. Bahkan ada yang ratusan hektare, tapi ada juga perusahaan yang sawitnya terbakar, kebunnya terbakar," katanya menjelaskan.
Selain itu, kata Menteri lagi, verifikasi terhadap perusahaan tersebut untuk mengetahui apakah terbakarnya hutan dan lahan itu ada kelalaian, pembiaran atau justru terindikasi kejahatan atau tidak.
"Jadi tentu itu bagian dari verifikasi dan nanti akan kelihatan mana yang memang berbuat jahat, kita enggak boleh zalim pastinya, mana yang berbuat jahat, mana yang memang abai, setengah abai, atau memang perlu ditindak," katanya.
Meski demikian, Menteri LH belum bisa menyebutkan detail dari 300an perusahaan tersebut yang terindikasi melakukan dugaan kejahatan terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.
"Belum detail. Sanksinya ditutup, izinnya dicabut," kata Menteri LH menegaskan.
Menurut Menteri LH, kondisi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sekarang ini sudah membaik, selain karena upaya pemadaman yang masif, juga faktor hujan.
"Sekarang sudah membaik, Alhamdulillah terus hujan. Jadi ada 70 ribu orang lebih itu bekerja pagi siang malam memadamkan api, jadi bukan hanya pemerintah, ini ada 70 ribu lebih orang. Tapi kalau tidak ada mereka mungkin jauh lebih dahsyat. Jadi kita hargai itulah," kata Jumhur Hidayat.


0 comments