Kementan Kerahkan Ribuan Petugas Pastikan Keamanan Daging Kurban | IVoox Indonesia

May 28, 2026

Kementan Kerahkan Ribuan Petugas Pastikan Keamanan Daging Kurban

warga melakukan kegiatan penyembelihan sapi kurban saat Hari Raya Iduladha
Sejumlah warga melakukan kegiatan penyembelihan sapi kurban saat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kampung Lengkong Kaler, Desa/Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (27/5/2026). (ANTARA/Feri Purnama)

IVOOX.id – Kementerian Pertanian (Kementan) mengerahkan 8.633 petugas pemantau hewan kurban secara nasional untuk memastikan kesehatan, keamanan, kelayakan, dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan ribuan petugas tersebut terdiri atas tenaga medik dan paramedik veteriner yang diterjunkan di berbagai daerah.

"Alhamdulillah kami sudah menerjunkan dan menugaskan tim pemantau hewan kurban secara nasional sebanyak 8.633 orang terdiri dari tenaga medik dan paramedik," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda di Jakarta, Rabu (27/5/2026), dikutip dari Antara.

Agung menyampaikan hal itu saat ditemui di sela pelaksanaan kurban yang dilaksanakan Kementerian Pertanian bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di kawasan Masjid Nurul Iman, Kementan, Jakarta.

Menurut dia, pemerintah memastikan hewan kurban yang dipotong di tanah air memenuhi standar kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan, dan kehalalan.

Lebih lanjut dia mengatakan pemerintah pusat maupun daerah di tingkat provinsi serta kabupaten/kota juga telah menerbitkan edaran dan melaksanakan komunikasi, informasi, serta edukasi kepada panitia kurban.

Adapun upaya itu dilakukan agar seluruh proses kurban dipastikan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kementan menegaskan pengawasan dilakukan secara ketat agar seluruh pelaksanaan penyembelihan hewan kurban termasuk yang dilakukan di luar rumah potong hewan (RPH) tetap memenuhi ketentuan kesehatan dan keamanan pangan.

Selain tenaga medik dan paramedik di tingkat pusat, pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota juga menerjunkan petugas pemantau hewan kurban di wilayah masing-masing.

Pengawasan tersebut turut melibatkan berbagai asosiasi profesi seperti Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), organisasi peternak, serta juru sembelih halal.

Selain itu, Agung mengatakan bahwa Kementan juga melibatkan perguruan tinggi dalam pengawasan pelaksanaan kurban melalui keterlibatan mahasiswa dari 14 fakultas kedokteran hewan di Indonesia.

Mahasiswa diterjunkan untuk membantu pemantauan kesehatan hewan kurban sekaligus mendukung edukasi pelaksanaan penyembelihan yang aman, higienis, dan sesuai standar veteriner.

"Insya Allah pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi ini berjalan lancar dan khidmat," kata Agung.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan Indonesia mengalami surplus ternak pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah tahun ini, dengan ketersediaan hewan kurban mencapai 3,2 juta ekor atau melebihi kebutuhan nasional.

Sudaryono mengatakan kebutuhan konsumsi secara nasional hanya mencapai 2,4 juta ekor.

Dengan ketersediaan 3,2 juta ekor dan kebutuhan sekitar 2,4 juta ekor, Indonesia mengalami surplus hewan kurban sekitar 800 ribu ekor pada perayaan Iduladha tahun ini.

"Jadi ada surplus sekitar 800 ribuan ekor. Ini artinya alhamdulillah, Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezeki-Nya kepada bangsa kita, negara kita hari ini," kata Sudaryono, dikutip dari Antara.

Tim Diskannak Garut Cek Kelayakan Daging Kurban

Sementara, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut, Jawa Barat menurunkan tim untuk mengecek langsung atau post mortem kondisi daging dan organ dalam hewan kurban untuk memastikan layak konsumsi sebelum dibagikan usai proses penyembelihan di sejumlah tempat di Garut, Rabu, 27 Mei 2026.

Kepala Diskannak Kabupaten Garut, Dyah Savitri mengatakan, sebanyak 100 orang yang disebar untuk melakukan ante mortem atau pemeriksaan sebelum hewan kurban disembelih, yang selanjutnya melakukan pemeriksaan atau pos mortem usai hewan kurban disembelih.

"Diskannak sudah mempersiapkan baik untuk pemeriksaan ante mortem maupun post mortem menyambut Iduladha 1447 Hijriah," katanya, dikutip dari Antara.

Ia menuturkan, petugas tim kesehatan hewan itu disebar ke sejumlah tempat penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban untuk memeriksa secara detail kondisi kesehatan daging maupun lainnya organ dalam hewan kurban tersebut.

Petugas yang terlibat, kata dia, tidak hanya dari Diskannak Garut tapi melibatkan instansi lainnya seperti dari Kantor Kementerian Agama untuk bersama-sama mengawasi agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam dan sehat.

"Pemeriksaan kesehatan hewan dan juga memberikan sosialisasi. Hewan yang sehat kami berikan surat rekomendasi," katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Diskannak Kabupaten Garut Agustina menambahkan, pemeriksaan meliputi kebersihan tempat penyembelihan, kemudian organ dalam yang mengalami kerusakan di antaranya terdapat cacing hati.

Ia menyebutkan, saat ini tim kesehatan hewan masih keliling melakukan pemeriksaan hewan kurban sehingga belum dapat diketahui hasil temuannya, namun biasanya yang banyak ditemukan yakni organ hati mengandung parasit atau cacing hati.

"Yang paling banyak ditemui organ hati mengandung parasit atau cacing hati yang bentuknya seperti daun," katanya.

Ia menyarankan penyelenggara penyembelihan hewan kurban tidak membagikan daging hati yang terdapat cacing, karena berbahaya bagi kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya.

"Tidak boleh dikonsumsi, sebaiknya dibuang dengan diberi detergen supaya tidak diambil atau bisa dibakar," katanya.

0 comments

    Leave a Reply