Kemenhut Sebut Tim Gabungan Upayakan Pemadaman Kebakaran Hutan di Riau Tidak Meluas | IVoox Indonesia

February 18, 2026

Kemenhut Sebut Tim Gabungan Upayakan Pemadaman Kebakaran Hutan di Riau Tidak Meluas

Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau
Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau pada Sabut (14/2/2026) ANTARA/HO-Balai Dalkarhut Sumatera Kemenhut

IVOOX.id – Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ditjen Penegakan Hukum, Kementerian Kehutanan( Kemenhut), Ferdian mengatakan tim gabungan tengah melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau untuk mencegah api meluas. 

Tim gabungan terdiri atas Manggala Agni Kemenhut, BNPB, BMKG, TNI, Polri, BPBD, dan para pihak terkait memprioritaskan pelokalisasian api agar tidak meluas serta mencegah potensi bencana asap yang berdampak ke wilayah pemukiman.

"Strategi utama saat ini adalah menahan pergerakan api agar tidak memperluas area terdampak," kata Ferdian dalam pernyataannya, Selasa (17/2 2026), dikutip dari Antara.

Kombinasi cuaca kering, angin kencang, dan bahan bakar mudah terbakar, kata dia, membuat pengerahan personel dan dukungan lintas wilayah dilakukan secara terukur.

Dia menyebutkan sebanyak 160 personel Manggala Agni dikerahkan dalam operasi pemadaman, sementara 80 personel lainnya disiagakan untuk patroli dan deteksi dini titik api baru.

Penguatan juga dilakukan melalui mobilisasi tambahan satu regu dari Daops Rengat ke Pulau Mendol, Pelalawan, Daops Siak ke Bengkalis serta dukungan regu dari Daops Bukit Tempurung Jambi untuk wilayah Dumai.

Titik kebakaran tersebar di beberapa kabupaten, seperti Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan dengan status lahan beragam, meliputi Hutan Produksi, Hutan Produksi Konversi, Kawasan Konservasi, dan Areal Penggunaan Lain.

Sebagian lokasi dekat kebun sawit, masyarakat dan perusahaan. Selain itu, juga berdekatan dengan area perumahan dan kaveling.

Indikasi penyebab kebakaran bervariasi. Di sejumlah lokasi diduga berasal dari aktivitas pembersihan lahan dengan pembakaran sisa vegetasi yang tidak terkendali akibat angin kencang.

Kondisi tanpa hujan hampir 20 hari, keterbatasan sumber air, akses sulit, serta bahan bakar vegetasi kering, terutama di lahan gambut dengan muka air tanah minus sekitar 90 cm, menjadi tantangan utama pemadaman.

Ia menambahkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi langkah penting untuk membantu percepatan penanganan, terutama di wilayah yang kesulitan sumber air. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, karena kondisi saat ini sangat rawan memicu kebakaran besar.

Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui SK Nomor 102/2026 berlaku 13 Februari hingga 30 November 2026. Dalam waktu dekat dibentuk Satgas Karhutla serta diajukan dukungan penanganan darurat tambahan.

Sebagai bagian dari penguatan respons, BNPB melalui BPBD Provinsi Riau telah melaksanakan OMC dengan pesawat Cessna Grand Caravan C208 yang menyemai 1 ton garam di sekitar Siak dan Pekanbaru pada Senin, 16 Februari 2026. 

0 comments

    Leave a Reply