Kemenhut Pulihkan Fungsi Hutan Bekas Lahan Tambang Timah Seluas 50 Hektare di Bangka Belitung | IVoox Indonesia

February 15, 2026

Kemenhut Pulihkan Fungsi Hutan Bekas Lahan Tambang Timah Seluas 50 Hektare di Bangka Belitung

survei lapangan untuk dilakukan pemulihan lahan bekas tambang bijih timah
Pegawai Kemenhut dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sigambir-Kotawaringin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui survei lapangan untuk dilakukan pemulihan lahan bekas tambang bijih timah, di Bangka, Sabtu (14/2/2026) ANTARA/Kasmono

IVOOX.id – Kementerian Kehutanan (RI) bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sigambir-Kotawaringin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memulihkan lahan bekas tambang bijih timah di provinsi itu seluas kurang lebih 50 hektare.

"Pemulihan lahan bekas tambang bijih timah seluas kurang lebih 50 hektare dilakukan dengan penanaman berbagai jenis tanaman hutan," kata Kepala UPTD KPHP Sigambir-Kotawaringin Bangka Belitung Tanaim di Sungailiat, Sabtu (15/2/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengatakan pihaknya bersama dengan pejabat Kemenhut RI sudah melakukan verifikasi di lapangan untuk menetapkan lahan bekas tambang akan dipulihkan fungsi hutannya.

"Hasil pemetaan di lapangan, pemulihan lahan bekas tambang difokuskan di hutan lindung Sambung Giri, kawasan hutan di Kelurahan Lubuk Kelik dan di kawasan hutan di Kecamatan Pemali," katanya.

Dia menjelaskan pemetaan itu dilakukan di lahan bekas tambang bijih timah yang masih mempunyai potensi untuk dilakukan pengayaan dan penanaman pohon kehutanan.

"Bentangan lahan bekas tambang bijih timah masih cukup luas, dan Kementerian Kehutanan menggunakan APBN akan melakukan perbaikan lahan secara bertahap, termasuk menyediakan bibit pohon yang disesuaikan untuk di tanam," kata dia.

Tanaim mengaku pihaknya akan terus melakukan verifikasi terhadap status lahan bekas penambangan bijih timah, sehingga nantinya clean and clear untuk direhabilitasi.

"Kami mengajak semua pihak dapat membantu dalam pemulihan hutan, baik itu pemerintah daerah dan dukungan penuh dari masyarakat," ujar Tanaim.

Dia optimistis pemulihan lahan seluas kurang lebih 50 ha tersebut mampu terealisasi hingga akhir 2026.

0 comments

    Leave a Reply