KemenHam Pantau Penanganan Korban Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Mojokerto | IVoox Indonesia

13 Maret 2026

KemenHam Pantau Penanganan Korban Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Mojokerto

Kepala Kanwil Kemenham Jatim, Toar R.E. Mangaribi
Kepala Kanwil Kemenham Jatim, Toar R.E. Mangaribi, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Hery Wuryanto saat mengunjungi korban keracunan MBG di Mojokerto Minggu (11/1/2026). IVOOX.ID/doc KemenHAM

IVOOX.id – Korban dugaan keracunan massal yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, terdiri dari peserta didik dan tenaga pendidik dilaporkan mencapai 261 orang. Peristiwa ini dikaitkan dengan layanan MBG yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03.

Kepala Kanwil Kemenham Jatim, Toar R.E. Mangaribi, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Hery Wuryanto, melakukan pemantauan kasus dugaan keracunan tersebut untuk memastikan terpenuhinya hak kesehatan para korban. Peninjauan dilakukan di sejumlah titik yang dinilai krusial dalam penanganan kondisi darurat ini.

Di antaranya Pondok Pesantren Mahad Annur, Kecamatan Kutorejo, yang sempat difungsikan sebagai posko medis darurat. Sejumlah santri di pondok tersebut dilaporkan tumbang setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Ibu Nyai Nurul, istri pimpinan Pondok Pesantren Mahad Annur, menyampaikan bahwa jumlah santri yang terdampak cukup besar.

“Tercatat sedikitnya 159 santri dari pondok kami yang jatuh sakit,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Ivoox.id Senin (13/1/2026). Para santri tersebut telah dievakuasi dan dirujuk ke 13 rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto.

Pemantauan dilakukan juga di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari untuk memastikan kesiapan dan kapasitas layanan kesehatan. Penanggung jawab RSUD, dr. Winda, mengungkapkan bahwa rumah sakit tersebut menerima puluhan pasien akibat keracunan. “Dari total pasien tersebut, sebanyak 13 pasien telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih dalam penanganan intensif,” katanya kepada tim Kanwil Kemenham Jatim.

Selain RSUD, tim juga meninjau RS Kartini Kabupaten Mojokerto. Dalam koordinasi dengan Manager on Duty RS Kartini, Dwi Fitria, diketahui bahwa rumah sakit tersebut saat ini merawat 21 pasien secara rawat inap, sementara satu pasien lainnya menjalani rawat jalan.

Di sela-sela kegiatan pemantauan, Toar R.E. Mangaribi menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi peringatan serius bagi penyelenggara program strategis nasional. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur di lapangan untuk menjamin hak masyarakat atas keamanan pangan dan kesehatan. Kanwil Kemenham Jatim, lanjutnya, akan mengawal proses pemulihan para korban hingga tuntas sekaligus memastikan adanya akuntabilitas dari pihak penyelenggara layanan gizi atas kejadian ini.

0 comments

    Leave a Reply