Kemendag Sebut Harga Referensi Kakao Anjlok 29 Persen

IVOOX.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut turunnya harga referensi (HR) komoditas biji kakao dipengaruhi oleh turunnya permintaan yang tidak diimbangi peningkatan pasokan.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menyebut HR biji kakao periode Maret 2026 ditetapkan sebesar 4.047,45 dolar AS per metrik ton (MT), merosot 29,21 persen atau turun 1.669,99 dolar AS per MT dibanding periode sebelumnya.
Menurunnya HR biji kakao berdampak pada penurunan harga patokan ekspor (HPE) biji kakao pada Maret 2026 menjadi 3.722 dolar AS per MT, turun sebesar 30,44 persen atau 1.628 dolar AS dari periode sebelumnya.
"Turunnya HR dan HPE biji kakao dipengaruhi turunnya permintaan yang tidak diimbangi peningkatan pasokan seiring membaiknya produksi di negara produsen utama seperti Pantai Gading," ujar Tommy dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (28/2/2026), dikutip dari Antara.
Sementara itu, penetapan bea keluar (BK) biji kakao periode 1-31 Maret 2026 merujuk pada Kolom 4 Lampiran Huruf B Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK No. 68 Tahun 2025, yakni sebesar 7,5 persen.
Di sisi lain, pungutan ekspor (PE) Biji Kakao untuk periode tersebut merujuk pada Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025, yakni sebesar 7,5 persen.
Untuk produk kulit, HPE pada periode Maret 2026 tidak berubah dari bulan sebelumnya. Selain itu, komoditas getah pinus periode Maret 2026 ditetapkan sebesar 903 dolar AS per MT. Nilai ini meningkat sebesar 42 dolar AS atau 4,88 persen dari periode Februari 2026.
Kemudian, HPE produk kulit; HPE pada kayu keping atau pecahan (wood in chips or particle), keping kayu (chipwood), dan kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm² dari sortimen lainnya dari hutan tanaman jenis sungkai; dan HPE kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm² tidak berubah dari Februari 2026.
Tetapi, terjadi kenaikan HPE pada kayu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman; kayu lapis untuk kotak kemasan (wooden sheet for packing box); dan kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis meranti, rimba campuran, sortimen lainnya jenis eboni, hutan tanaman jenis pinus, gmelina, akasia, sengon, karet, balsa, eukaliptus, serta sungkai.
Di sisi lain, HPE kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm² dari jenis jati turun.


0 comments