Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi Ekspor CPO dan POME 2022-2024

IVOOX.id – Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Khusus (JAM PIDSUS) menetapkan 11 orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunanannya palm oil mill effluent (POME) periode 2022-2024.
"Telah menetapkan beberapa tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan CPO dan produk turunannya," ujar Dirdik Jampidsus Kejagung RI, Syarief Sulaeman Nahdi dalam konferensi pers Selasa (10/2/2026).
Syarief mengatakan, 11 tersangka itu diantaranya LHB selaku Kasubdit Industri Hasil Perkebunan Non Pangan dan Fungsional Analis Kebijakan dan Pembina Industri Ahli Madya pada Direktorat Industri Hasil Hutan Kementerian Perindustrian RI.
Lalu FJR selaku Direktur Teknis Kepabeanan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Pada 2024 hingga sekarang menjabat Kepala Kantor DJBC Bali, NTB dan NTT. Lalu MZ selaku ASN pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Pekanbaru.
Kemudian ES selaku Direktur PT SMP, PT SMA dan PT SMS, ERW selaku Direktur PT BMM, FLX selaku Direktur Utama PT AP dan Head Commerce PT AP, RND selaku Direktur PT PAJ, TNY selaku Direktur PT TEO dan Pemegang Saham PT Green Product International, VNR selaku Direktur PT SIP, RBN selaku Direktur PT CKK, dan YSR selaku Direktur Utama PT MAS dan Komisaris PT SBP.
"Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah Tim Penyidik memperoleh bukti cukup," katanya.
Syarief mengatakan, penyidik menemukan adanya penyimpangan berupa rekayasa klasifikasi komoditas ekspor. Rekayasa klasifikasi tersebut kata ia dilakukan dengan tujuan menghindari rezim pengendalian ekspor CPO, sehingga komoditas yang pada hakikatnya merupakan CPO dapat diekspor seolah-olah bukan CPO dan terbebas atau diringankan dari kewajiban yang ditetapkan negara.
"Terhadap para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan untuk 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung dan Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," katanya.


0 comments