Kebakaran Hutan Gunung Bromo Capai 899,35 hektare, Pemadaman Api Andalkan Air Danau Ranu Pani | IVoox Indonesia

August 12, 2026

Kebakaran Hutan Gunung Bromo Capai 899,35 hektare, Pemadaman Api Andalkan Air Danau Ranu Pani

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto (kanan) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau lokasi kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-BNPB

IVOOX.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak ada sumber air lain yang bisa dimanfaatkan selain mengandalkan pasokan air dari Danau Ranu Pani untuk memadamkan api kebakaran di Gunung Bromo, Jawa Timur.

"Pengisian air untuk armada pemadaman (helikopter water boombing) saat ini mengandalkan pasokan dari Ranu Pani," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya, Sabtu (11/8/2026), dikutip dari Antara.

Menurut dia, Danau Ranu Pani dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber air oleh tim petugas gabungan yang sudah melaksanakan operasi pemadaman selama 10 hari ini di Gunung Bromo.

Danau Ranu Pani berada pada ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikenal sebagai titik awal pos pendakian menuju Gunung Semeru, yang juga berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Penyiraman air menggunakan armada pesawat juga dilaporkan menjadi andalan karena tim darat tidak memungkinkan menjangkau titik kebakaran utama yang berada di lereng Gunung Bromo dengan sudut kemiringan curam hingga 80 derajat.

"Tim pemadam darat tidak memungkinkan untuk menjangkau lokasi demi keselamatan jiwa personel di lapangan," kata dia.

Meski dihadapkan dengan berbagai macam tantangan di lapangan, Suharyanto mengaku optimistis dengan skema penanggulangan ada, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maka kebakaran lahan kawasan Gunung Bromo TNBTS ini tidak lama lagi bisa dikendalikan secara total.

OMC merupakan intervensi untuk meningkatkan potensi hujan dengan cara menyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke gumpalan awan menggunakan pesawat khusus berbasis data ilmiah

Dia berharap dalam beberapa hari ke depan operasi tersebut dapat segera dilaksanakan agar lahan yang kering bisa basah maksimal dan api tidak mudah menyala kembali oleh terpaan angin.

"Berdasarkan penjelasan BMKG, terdapat potensi awan hujan pada 14-16 Agustus. Jika potensi tersebut dikonfirmasi, BNPB akan segera menggelar OMC agar hujan dapat diturunkan secara optimal di area terdampak," katanya.

Kebakaran Hutan dan Lahan Gunung Bromo Capai 899,35 Hektare

Terpisah, Komandan Sektor Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan menyatakan, tim gabungan menangani penanganan kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur di area seluas 899,35 hektare, hingga Selasa, 11 Agustus 2026.

"Kebakaran yang bermula sejak 3 Agustus 2026 ini diperkirakan telah berdampak pada lahan seluas 899,35 hektare," kata Wahyu yang juga Danrem 083/Baladhika Jaya dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, dikutip dari Antara.

Ia menyampaikan operasi pemadaman dilakukan secara terintegrasi antarlintas sektor, meliputi kementerian, TNI, Polri, serta empat pemerintah daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Pihaknya memastikan bahwa upaya pengendalian titik api pun berhasil dilakukan, sehingga tak sampai menambah luas area terdampak.

"Saat ini, fokus intervensi menyisakan titik api aktif, yaitu di Watangan 817,342 hektare, Argowulan 25,393 hektare, dan Dingklik, Pakis Bincil, Mungal 56,65 hektare," ucap dia.

Meski demikian, ia menyampaikan, upaya pemadaman api memiliki tantangan, seperti faktor angin dan cuaca kemarau.

Kemudian, karena faktor kabut tebal yang menyebabkan terbatasnya jarak pandang pilot helikopter pengebom air saat pelaksanaan pemadaman dari sisi udara.

"Hari ini kami mengoptimalkan dua unit helikopter untuk water bombing dari sebelumnya tiga unit, menyesuaikan dengan dinamika cuaca dan visual pilot di lapangan. Prioritas kami adalah memutus jalur rambatan agar tidak meluas ke area vegetasi baru," ujarnya.

Berdasarkan hasil analisa awal yang telah dilakukan, pemicu kebakaran begitu kecil jika dikaitkan dengan faktor alam, mengingat karakteristik di kawasan Bromo masih terdapat tingkat kelembapan tertentu, sekalipun cuaca saat ini sedang kemarau.

"Langkah antisipasi lanjutan guna memastikan api tidak kembali berkobar, posko terpadu di bawah tanggung jawab Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Aprianto telah menyusun rencana tindak lanjut, yakni Patroli terpadu berkala, stasioning personel gabungan, manajemen informasi publik," ucap dia.

0 comments

    Leave a Reply