Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran Jakarta | IVoox Indonesia

June 3, 2026

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran Jakarta

kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kemayoran
Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk dengan jumlah penghuni sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga di wilayah Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. ANTARA/Abdu Faisal

IVOOX.id – Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kampung Pasar Haji Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin, 1 Juni 2026, malam tersebut bermula sekitar pukul 20.55 WIB.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara mengatakan, telah mengerahkan 35 unit armada pemadam gabungan beserta 165 personel untuk menjinakkan api yang diduga dipicu oleh korsleting listrik. ​"Laporan kebakaran diterima oleh petugas pada pukul 20.55 WIB," kata Bayu dalam keterangannya, Senin (1/6/2026), dikutip dari Antara.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi yang berada di titik kenal Masjid Jami' Al Ikhlas tersebut pada pukul 21.05 WIB dan langsung melakukan operasi pemadaman.

Bayu mengatakan, bahwa sumber air di lokasi memadai. "Alhamdulillah sumber air cukup," katanya.

Ia pun memastikan petugas sigap menolong warga yang membutuhkan bantuan medis. "Memang ada beberapa warga masyarakat yang dibawa ke rumah sakit itu karena luka ringan dan sesak karena asap," kata Bayu.

Di tengah proses pemadaman, warga tampak hilir mudik mengevakuasi barang berharga ke area Lapangan Jusuf Hamka.

Salah satu warga sekaligus Sekretaris Gabungan RT 12 hingga 16 RW04 Kebon Kosong, Supriatin, menceritakan kepanikan saat api mulai merambat ke area rumahnya.

"Saya baru pulang ngojek, apinya sudah besar. Saya panik karena istri saya sedang sakit di rumah," ungkap Supriatin, dikutip dari Antara.

Supriatin menambahkan bahwa istrinya sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal di lokasi kejadian. Meski demikian, ia telah memastikan seluruh anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang dalam kondisi selamat.

Kepolisian Resort (Polres) Metro Jakarta Pusat mengerahkan sekitar 200 personel gabungan untuk membantu proses evakuasi warga terdampak kebakaran. Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengatakan personel dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan Brimob diterjunkan untuk membantu penyelamatan warga, mengamankan barang yang masih bisa diselamatkan, serta mendukung kelancaran proses pemadaman.

"Saat ini kami dari Kepolisian, TNI, maupun Pemda setempat juga turun langsung ke lokasi, khususnya kami dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro, dan tim dari Brimob turun kurang lebih sebanyak 200 personel yang turun untuk membantu evakuasi terhadap korban," kata Reynold di lokasi kejadian, Selasa (2/6/2026), dikutip dari Antara.

Selain membantu evakuasi, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas dan penutupan sejumlah akses jalan menuju lokasi kebakaran agar mobil pemadam kebakaran dan ambulans dapat bergerak lebih cepat.

Menurut Reynold, kawasan yang terbakar merupakan permukiman padat penduduk dengan jumlah penghuni sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga (KK). Informasi tersebut diperoleh dari pengurus RW setempat.

"Di sini memang padat penduduk di RW 04 Kelurahan Kebon Kosong ini dan tadi kami berbicara dengan ketua RW yang menyampaikan memang kurang lebih ada 400 sampai 500 KK," kata dia.

Akibat kebakaran tersebut, enam warga mengalami sesak napas karena terpapar asap tebal. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hermina Kemayoran.

"Saat ini ada enam orang korban yang sesak napas akibat asap yang tebal dan sudah dibawa untuk pertolongan ke Rumah Sakit Hermina Kemayoran," ujar Reynold.

Terpisah, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menyatakan bahwa fasilitas pengungsian telah disiapkan dengan dukungan berbagai pihak.

"Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas," jelas Safrizal di Jakarta, Selasa (2/6/2026), dini hari dikutip dari Antara.

Tiga tenda telah disiapkan dari Dinas Sosial DKI Jakarta, dan sejumlah mobil logistik lainnya dari PMI hingga BPBD telah tiba di lokasi.

Saat ini, pendataan sedang dilakukan secara mendalam, mencakup warga terdampak di dua RW, yakni RW 04 yang meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 yang mencakup tiga RT (RT 01, 02, dan 03).

Safrizal menjelaskan bahwa data tersebut akan mencakup detail mengenai usia sekolah untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi.

Setelah situasi kedaruratan berakhir, pemerintah akan melakukan inventarisasi bangunan dan mendiskusikan langkah jangka panjang bagi warga. "Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman," kata Safrizal.

Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat telah menerjunkan tim kesehatan serta armada ambulans ke lokasi kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, untuk membantu memberikan pertolongan pertama bagi warga terdampak.

Ketua PMI Jakarta Pusat Asep Djuanda menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan dua unit ambulans ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan kebakaran. Selain bantuan medis, PMI juga tengah menyiapkan bantuan tenda untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.

"Kami sedang menyiapkan dua unit tenda yang akan segera tiba untuk menampung para pengungsi," ujar Asep saat ditemui di lokasi pengungsian Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, Selasa (2/6/2026) dini hari, dikutip dari Antara.

Berdasarkan data terkini di papan informasi, musibah ini diperkirakan mengakibatkan sekitar 250 rumah dan 330 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Berdasarkan data terkini di papan informasi, musibah ini diperkirakan mengakibatkan sekitar 250 rumah dan 330 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Pihak berwenang masih terus melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian. Sementara proses pemadaman disertai pendinginan masih terus berlangsung hingga pukul 03.00 WIB.

0 comments

    Leave a Reply