Katedral Jakarta Ajak Umat Mencintai Lingkungan dan Wastra Nusantara pada Perayaan Paskah | IVoox Indonesia

April 4, 2026

Katedral Jakarta Ajak Umat Mencintai Lingkungan dan Wastra Nusantara pada Perayaan Paskah

Pertunjukan Jalan Salib Kreatif dengan judul "Lux in Nihilo"
Pertunjukan Jalan Salib Kreatif dengan judul "Lux in Nihilo" ditampilkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) di Gereja Katedral Jakarta untuk memperingati Paskah pada Jumat (3/4/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

IVOOX.id – Humas Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral Susyana Suwadie mengatakan, perayaan Paskah di Gereja Katedral tahun ini mengambil tema dari arah dasar Keuskupan Agung Jakarta yang kelima, yaitu mengenai kepedulian kepada keutuhan alam ciptaan.

"Di sini semua umat diajak untuk melakukan pertobatan ekologis, yaitu bagaimana menjadikan bumi kita sebagai rumah kita bersama. Intinya bagaimana Katedral mencoba untuk tetap selalu mendukung dan mencintai wastra Nusantara kita," katanya di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat (3/4/2026), dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, Keuskupan Agung juga mengajak seluruh umat untuk membiasakan kegiatan daur ulang sampah sebagai wujud nyata pengamalan ajaran-ajaran dari Keuskupan Agung untuk mencintai sesama dan alam semesta.

"Contohnya seperti Bukit Golgota itu menggunakan batu-batuan itu bukan membeli, melainkan mengambil dari sisa-sisa pembangunan, kemudian juga kertas-kertas dan lain sebagainya. Kami juga sempat mengawali dekorasi sebelum kegiatan Pekan Suci itu dengan menanam 16 pohon palem di sudut patung Kristus Raja," paparnya.

Katedral Jakarta menyediakan 5.000 kursi setiap harinya dalam rangkaian ibadah Tri Hari Suci Paskah 2026, termasuk untuk ibadah Jumat Agung yang diselenggarakan hari ini.

Gereja Katedral Jakarta menampilkan "Jalan Salib Kreatif", sebuah prosesi yang memadukan aksi teatrikal, musikal, dan seni tari pada peringatan Jumat Agung 2026 guna memberi pesan kepada umat untuk senantiasa kembali dan mengingat Tuhan.

Imam Gereja Katedral Jakarta Romo Yohanes Deodatus mengatakan Jalan Salib Kreatif yang merupakan rangkaian dari ibadah Jumat Agung ini ditampilkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Katedral Jakarta, mengambil judul "Lux in Nihilo", yang memiliki arti terang dalam ketiadaan atau kegelapan.

"Ini menampilkan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus, yang mengambil perspektif Petrus, salah satu murid yang menggebu-gebu mengikuti Yesus tetapi dalam kelemahan dan kekurangannya menyangkal Yesus. Perspektif ini ditonjolkan karena manusia dalam penderitaan atau ketakutan bisa menyangkal dan meninggalkan Tuhan," kata Romo Yohanes di Jakarta, Jumat (3/4/2026), dikutip dari Antara.

Oleh karena itu, pesan utama dalam Jalan Salib Kreatif itu ditonjolkan agar manusia tetap kembali kepada Tuhan meski berada dalam penderitaan atau keadaan apa pun.

"Dalam cerita ini, Yesus itu menunjukkan begitu penderitaan yang besar namun tetap mencintai dan memilih Petrus, tidak meninggalkan Petrus, tidak meninggalkan kita. Jadi, walaupun manusia penuh dosa dan menyangkal (keberadaan Tuhan), namun (Tuhan) tidak pernah meninggalkan kita," ujar dia.

Misa Kamis Putih dilaksanakan tiga kali yakni Pukul 16.30 WIB yang dipimpin Romo Yohanes Doedatus, Misa II (Hybrid) Pukul 19.00 WIB oleh Romo Yusup Edi Muljono, dan Misa III Pukul 21.00 WIB oleh Romo Macarius Maharsono Probho.

Ibadat Jumat Agung diawali Jalan Salib Kreatif Pukul 08.30 WIB, ibadat pertama pukul 12.00 WIB, ibadat kedua (Hybrid) pukul 15.00 WIB, ibadat III pukul 18.00 WIB.

Misa Malam Paskah (Tirakatan Kebangkitan Tuhan), Sabtu, berlangsung pukul 17.00 WIB yang dipimpin Romo Macarius Maharsono Probho dan pukul 21.00 WIB dipimpin Romo Yohanes Deodatus.

Misa Hari Raya Paskah, Minggu, diawali Misa Paskah Pontifikal (Hybrid) Pukul 08.30 WIB dipimpin Kardinal Ignatius Suharyo, Misa Paskah Pagi - Misa Keluarga pukul 11.00 WIB dipimpin Romo Yohanes Deodatus, dan Misa Paskah Sore (Hybrid) pukul 17.00 WIB dipimpin Romo Macarius Maharsono Probho.

Layanan ibadah hibrida disediakan karena Katedral Jakarta juga ingin memfasilitasi lansia atau umat yang sakit sehingga tidak bisa hadir secara langsung.

Bagi umat yang hadir ibadah secara langsung di Katedral Jakarta, titik parkir disediakan di Masjid Istiqlal dan akan terhubung melalui Terowongan Silaturahmi menuju ke Gereja Katedral, kemudian di Sekolah Ursula, Kantor Pos, serta seputar Lapangan Banteng.

0 comments

    Leave a Reply