Kasus Pneumonia di Pontianak Melonjak Terdampak Kabut Asap Karhutla

IVOOX.id – Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak mencatat peningkatan kasus pneumonia sekitar 10 hingga 20 persen pada pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap seiring memburuknya kualitas udara di Pontianak dan sekitarnya.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak Kombes Pol drg. Josep Ginting mengatakan peningkatan kasus infeksi paru-paru tersebut menjadi perhatian rumah sakit untuk mengantisipasi bertambahnya pasien dengan gangguan pernapasan dampak memburuknya kualitas udara karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Sehingga rumah sakit mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain," kata Josep di Pontianak, Jumat (28/8/2026), dikutip dari Antara.
Sementara itu, dokter spesialis paru Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak dr. Andreas mengatakan paparan kabut asap dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan dan pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi pneumonia.
Menurut dia, kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia, lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
"Orang tua lebih banyak dan rentan terdampak pneumonia, bisa karena kabut asap ini," kata Andreas, dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan gejala awal akibat paparan asap antara lain batuk dan bersin. Gejala tersebut dapat muncul lebih cepat pada masyarakat yang memiliki alergi atau riwayat asma.
"Kalau paparan berlangsung terus-menerus dan tubuh tidak mampu mentoleransinya, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas," kata Andreas.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, balita, ibu hamil, dan lansia serta warga dengan kondisi kesehatan tertentu.
Selain itu, peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga perlu diwaspadai di wilayah yang memiliki jumlah titik panas (hotspot) tinggi. Beberapa wilayah tersebut antara lain Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Sintang, dan Kapuas Hulu.
Pneumonia sendiri katanya, merupakan infeksi yang menyebabkan jaringan paru-paru mengalami peradangan sehingga kantung udara (alveoli) dapat terisi cairan atau nanah dan mengganggu proses pernapasan.


0 comments