Kapolres Sebut Kebakaran Apartemen Mediterania di Bagian Basement, Tidak Ada Hunian Terdampak, | IVoox Indonesia

April 30, 2026

Kapolres Sebut Kebakaran Apartemen Mediterania di Bagian Basement, Tidak Ada Hunian Terdampak,

penghuni Apartemen Mediterania mengalami sesak nafas terdampak kebakaran
Sejumlah penghuni Apartemen Mediterania, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mengalami sesak nafas setelah terpapar asap kebakaran, Kamis (30/4/2026). ANTARA/Risky Syukur

IVOOX.id – Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan tidak ada unit hunian warga terdampak dalam kebakaran di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat pada Kamis, 30 April 2026, pagi. Ia membantah unggahan media sosial yang memperlihatkan hunian terbakar dalam peristiwa tersebut. 

"Tidak ada api yang langsung menyentuh unit hunian. Kami juga memohon maaf karena di media sosial beredar foto yang menggambarkan seolah-olah unit terbakar dan jendela hangus. Kami tegaskan, tidak ada satu pun unit yang terdampak langsung oleh api," kata Twedi kepada wartawan di lokasi, Kamis (30/4/2026), dikutip dari Antara.

Kebakaran itu, kata dia, hanya terjadi pada rubanah (basement) apartemen. Namun, asapnya mengepul hingga ke lantai 33.

"Terkait sebaran asap, berdasarkan koordinasi dengan petugas evakuasi, asap sempat mencapai hingga sekitar lantai 33. Namun saat ini kondisi udara di setiap lantai mulai membaik dan asap sudah tidak terlihat," kata Twedi.

Meskipun situasi apartemen sudah mulai kondusif, proses evakuasi masih berlangsung dan jumlah warga terus bertambah. Ia juga tidak dapat memastikan proses selesainya evakuasi di apartemen 35 lantai itu.

Data sementara mencatat sebanyak 89 orang telah berhasil dievakuasi keluar dari apartemen.

"Namun, kami masih membutuhkan data tambahan dari paguyuban penghuni, khususnya bagi warga yang sudah keluar lebih dulu sejak pagi hari," ujar Twedi.

Twedi menyebut meskipun sebagian besar penghuni telah melakukan evakuasi mandiri dan oleh petugas, sebagian lainnya sempat tertahan di unit masing-masing sehingga terpapar tebalnya asap kebakaran.

"Terkait kondisi kesehatan, terdapat beberapa penghuni yang mengalami sesak napas dan telah dirujuk ke rumah sakit oleh PMI dan petugas kesehatan, sekitar 20 orang," imbuhnya.

Twedi mengatakan, kebakaran Apartemen Mediterania bersumber dari panel listrik di basement, berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas keamanan.

"Kami menerima informasi awal dari petugas sekuriti setempat bahwa sumber api berasal dari panel listrik di basement," katanya.

Namun, pihaknya masih menyelidiki penyebab panel listrik itu menimbulkan api.

"Terkait penyebab kebakaran, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Fokus utama kami saat ini adalah proses evakuasi," ujar Twedi.

Kendati cepat dipadamkan, kata Twedi, asap sisa kebakaran mengepul hingga ke lantai 33 dan ke atas apartemen.

Meskipun sebagian besar penghuni telah melakukan evakuasi mandiri dan oleh petugas, sebagian lainnya sempat tertahan di unit masing-masing sehingga terpapar tebalnya asap kebakaran.

"Terkait kondisi kesehatan, terdapat beberapa penghuni yang mengalami sesak napas dan telah dirujuk ke rumah sakit oleh PMI dan petugas kesehatan, sekitar 20 orang," kata pria berpangkat tiga melati itu.

Berdasarkan data sementara, kata Twedi, sebanyak 89 penghuni berhasil dievakuasi keluar apartemen.

"Namun, kami masih membutuhkan data tambahan dari paguyuban penghuni, khususnya bagi warga yang sudah keluar lebih dulu sejak pagi hari," kata dia.

Sementara itu, lantaran kondisi apartemen telah berangsur kondusif, 20 orang penghuni yang masih berada dalam apartemen memilih bertahan

"Sebagian dari mereka memilih tidak turun karena kondisi di unit dinilai sudah aman dan udara cukup bersih. Selain itu, lift tidak dapat digunakan, sehingga akses evakuasi hanya melalui tangga darurat," kata dia.

Pengelola Apartemen Klaim Sistem Proteksi Kebakaran Berfungsi

Pengelola Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Jakarta Barat, mengklaim sistem proteksi kebakaran gedung, baik alarm dan sprinkler (penyemprot air) berfungsi normal saat kebakaran melanda Tower Cattaleya (C).

Apartment Manager Mediterania, Anggi Febrianti, mengatakan bahwa Main Control Fire Alarm (MCFA) gedung berfungsi baik dan langsung mendeteksi titik api pada awal kejadian.

"Kondisi awal kejadian hari ini tuh kurang lebih di setengah delapan pagi. Di dalam MCFA kami itu memang mengidentifikasikan adanya kebakaran. Tim kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dibantu oleh tim Damkar," ujar Anggi kepada wartawan di lokasi, Kamis (30/4/2026), dikutip dari Antara.

Di sisi lain, pengelola menjamin seluruh sistem telah mematuhi standar keselamatan dan pihaknya rutin menjalankan sertifikasi serta pemeriksaan.

"Dapat saya pastikan itu (alarm) berbunyi. Makanya tim kejadian 07.30 WIB pun sudah langsung on the way ke lokasi. Itu dipastikan semua alarm sistem gedung kita itu berfungsi dengan baik. Boleh dilihat bahwa sampai saat ini pun alarm masih bunyi. Saya juga memiliki video-video sprinkler yang pecah," papar Anggi.

Mengenai sprinkler (penyemprot air) yang tidak mengeluarkan air, Anggi menyebut bahwa sprinkler di apartemen dirancang untuk bereaksi terhadap suhu panas ekstrem, bukan sekadar kepulan asap.

"Sistem proteksi kebakaran itu sprinkler akan pecah pada saat di kondisi lantai yang memang terindikasi adanya panas dengan suhu tertentu. Kalau lantai lain yang tidak mengalami, panasnya tidak sampai di sana, itu tidak akan pecah. Seperti itu sistem kerjanya," jelasnya.

Selain itu, Anggi menyebutkan bahwa pengumuman darurat melalui suara juga langsung diaktifkan, namun memang difokuskan pada zona terdampak.

"Lift, akses rilis, dan dari tadi pun kalau memang sistem gedung tidak berjalan dengan baik, maka tim dari pemadam kebakaran atau PMI yang tadi melakukan evakuasi tidak akan bisa menggunakan lift," jelasnya.

Keluhan Penghuni

Sementara itu, seorang penghuni Apartemen Mediterania bernama Antonius mengaku sempat tertahan di unitnya lantaran asap kebakaran mengepul di lantai bawah.

Antonius dan beberapa penghuni lain pun terpaksa naik hingga ke lantai 35, atau tujuh lantai di atas unitnya, untuk mencari udara bersih.

"Iya, sampai oleh Damkar harus divakum karena enggak bisa napas kami. Kami hanya bisa lakukan naik ke lantai 35, enggak bisa turun ke bawah karena asap sudah sangat penuh ya," kata Antonius kepada wartawan di lokasi, Kamis (30/4/2026), dikutip dari Antara.

Antonius dan penghuni lainnya sempat ingin menggunakan lift untuk evakuasi mandiri, namun lift juga sudah dipenuhi asap kebakaran.

"Kami berusaha untuk evakuasi mandiri melalui turun dari tangga darurat maupun lift barang. Ternyata lift barang sendiri sudah dipenuhi sama asap gitu," kata Antonius.

Ia dan penghuni lain pun tak punya pilihan lain selain menunggu penyelamatan dari petugas Damkar.

"Jadi yang kami lakukan hanya menunggu sampai tim pemadam kebakaran menjemput. Karena kalau kami paksa untuk masuk ke lift barang, itu lift barang

isinya asap gitu, kami pasti jatuh pingsan di sana," kata dia.

Namun demikian, Antonius mengaku beberapa penghuni di lantai 28 akhirnya mengalami sesak nafas akibat menghirup kepulan asap.

"Saya kira yang lebih parah pasti yang lantai 28 ke bawah ya. Lantai 28 ke bawah itu pasti mungkin mereka mau ke atas udah asap, bawah juga asap gitu," tutur dia.

Atas apa yang dialaminya, Antonius mempertanyakan sistem proteksi kebakaran gedung.

"Cuma yang kami bingung itu adalah gini, itu asap kebakaran ini kan sumbernya dari basement. Tapi asap pekat itu sampai ke lantai 28, asapnya sangat hitam, seperti jaraknya cuma berapa meter gitu," kata dia.

Ia menduga alarm kebakaran di lantai 28 tidak menyala kendati asap telah mengepul di lantai tersebut.

"Sprinkler maupun alarm kebakaran tidak bekerja dengan baik, efektif, seperti simulasi kebakaran yang dilakukan oleh tim pemadam kebakaran Jakarta Barat. Nah, itu yang kami sesalkan seperti itu," jelas Antonius.

Sebelumnya, petugas pemadam mengevakuasi penghuni Apartemen Mediterania yang terjebak imbas kebakaran yang melanda salah satu gedung, pada Kamis pagi.

Akibat asap yang mengepul di bagian dalam apartemen, petugas terpaksa melakukan evakuasi lewat bagian luar gedung.

Tangga evakuasi dipasang berjenjang dari lantai dasar menuju lantai enam gedung dan satu per satu penghuni yang terjebak diturunkan.

Penghuni yang dievakuasi tampak diikatkan tali untuk mengantisipasi terjatuh saat proses turun tangga.

Pada posko informasi, petugas mendata penghuni yang berhasil dievakuasi serta penghuni yang masih terjebak.

0 comments

    Leave a Reply