Kalimantan Timur Kawal 20 Lokasi Menjadi Areal Preservasi Khusus untuk Penyelamatan Satwa Endemik

IVOOX.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berupaya menyelamatkan satwa endemik dari ancaman ekspansi industri melalui penetapan areal preservasi khusus.
"Meski penanganan satwa dilindungi adalah wewenang pusat, kami tetap berupaya keras mengamankan habitat mereka di luar kawasan konservasi," kata Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Dinas Kehutanan Kaltim Hamdani di Samarinda, Sabtu (30/5/2026), dikutip dari Antara.
Dia memaparkan luas kawasan hutan di wilayah Kaltim mencapai 8,15 juta hektare atau sekitar 62 persen dari total luasan daratan provinsi. Proporsi luasan hutan itu tercatat memadai karena jauh melampaui standar minimal rata-rata nasional yang dipatok sebesar 30 persen.
Komitmen pelindungan tersebut diperkuat melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 522.5/K.672/2020 tentang Penetapan Peta Indikatif Ekosistem Esensial Provinsi Kalimantan Timur.
"Terdapat 20 lokasi yang masuk dalam target pelestarian ragam hayati oleh pemerintah daerah," kata dia.
Salah satu wilayah prioritas yang telah berjalan adalah bentang alam Wehea-Kelay di perbatasan Kabupaten Berau dan Kutai Timur. Area seluas 534 ribu hektare tersebut berfungsi sebagai koridor utama perlintasan satwa kunci berupa orang utan.
Hamdani menjelaskan lokasi penting lainnya berada di wilayah ekosistem lahan basah Mesangat-Suwi di Kabupaten Kutai Timur, dengan satwa kunci buaya badas hitam.
"Guna meredam dampak ekologi, kami juga mewajibkan seluruh perusahaan kelapa sawit mengalokasikan area bernilai konservasi tinggi (HCV) di dalam konsesi mereka," kata dia.
Pihaknya menegaskan lahan berstatus HCV di kawasan perkebunan dilarang keras untuk dibabat habis demi mempertahankan sisa ruang hidup satwa liar.
Aturan perlindungan serupa juga diterapkan secara ketat kepada berbagai entitas perusahaan pertambangan yang area konsesi berada di dalam kawasan hutan.
"Kami terus mengawasi komitmen pelaku industri tambang dalam menjalankan kewajiban penjagaan ekosistem satwa yang dilindungi," ujar Hamdani.


0 comments