Kalimantan Barat Umumkan Status Siaga Darurat Bencana Asap | IVoox Indonesia

July 30, 2026

Kalimantan Barat Umumkan Status Siaga Darurat Bencana Asap

Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel memberikan keterangan kepad pers terkait status Karhutla di Pontianak, Rabu (29/7/2026). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

IVOOX.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat menetapkan status siaga darurat bencana asap hingga 15 November 2026 menyusul terdeteksinya 200 titik panas (hotspot) di 12 kabupaten.

"Berdasarkan data dari BMKG Supadio per tanggal 27 Juli 2026, terdapat 200 hotspot yang tersebar di 12 kabupaten," kata Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel di Pontianak, Rabu (29/7/2026), dikutip dari Antara.

Dia mengatakan status siaga darurat bencana asap telah berlaku sejak 2 Februari 2026 dan diperpanjang hingga 15 November 2026 karena sebaran hotspot meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Ia menyebutkan tiga daerah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni Kabupaten Kubu Raya sebanyak 64 titik, Ketapang 56 titik, dan Kayong Utara 53 titik.

Sementara itu, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Sanggau tercatat tidak memiliki hotspot berdasarkan data tersebut.

Selain status siaga darurat tingkat provinsi, delapan kabupaten juga telah menetapkan status serupa, yakni Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, Melawi, dan Sintang. Beberapa daerah bahkan telah memperpanjang masa status siaga darurat bencana asap. 

Daniel mengatakan dua daerah, yakni Sambas dan Mempawah, sebelumnya juga sempat menetapkan status tanggap darurat bencana asap. Namun, status tersebut hanya berlaku selama tujuh hari.

"Untuk meminimalisir bencana kabut asap dan bertambahnya jumlah hotspot, BPBD Kalbar bersama satgas terpadu melakukan pemadaman karhutla di sejumlah kabupaten/kota," tuturnya.

Ia menjelaskan berdasarkan data BPBD Kalbar, sebagian besar wilayah Kalbar berpotensi mengalami kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 28 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Karena itu, BPBD Kalbar terus berkoordinasi dengan BMKG Supadio untuk memantau perkembangan hotspot di 14 kabupaten/kota sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

Daniel mengatakan BPBD bersama satgas terpadu juga terus mengintensifkan patroli darat dan udara untuk mengidentifikasi sumber titik panas serta memantau perkembangan karhutla di sejumlah wilayah.

"Dalam memantau perkembangan bertambahnya jumlah hotspot, BPBD Kalbar selalu siaga dalam melakukan upaya antisipasi dan pemadaman karhutla," katanya.

0 comments

    Leave a Reply