KAI: Layanan Kereta Bersubsidi Jadi Penopang Mobilitas Masyarakat | IVoox Indonesia

May 17, 2026

KAI: Layanan Kereta Bersubsidi Jadi Penopang Mobilitas Masyarakat

antarafoto-lonjakan-penumpang-kereta-api-di-daop-4-semarang-1778751749-1
Sejumlah penumpang kereta api jarak jauh berjalan keluar setibanya di Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/5/2026). PT KAI Daop 4 Semarang mencatat per 13-14 Mei 2026 volume penumpang kereta api jarak jauh baik naik maupun turun pada periode libur kenaikan Yesus Kristus serta akhir pekan yakni mencapai 88.699 orang atau mengalami lonjakan sebesar 48,53 persen dibanding total penumpang pada minggu sebelumnya yang hanya 59.717 orang dan diprediksi akan terus meningkat hingga Jumat (15/5) malam. ANTARA FOTO/Makna Zaezar

IVOOX.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan layanan kereta api bersubsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO) memiliki peran penting dalam menjaga mobilitas masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi yang aman, efisien, dan terjangkau.

Bagi banyak masyarakat Indonesia, kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga bagian dari rutinitas hidup. Mulai dari pekerja yang berangkat dini hari untuk mencari nafkah, pelajar dan mahasiswa yang menempuh perjalanan menuju sekolah dan kampus, hingga pedagang kecil yang membawa barang dagangan antarwilayah.

Melalui dukungan subsidi dari pemerintah lewat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, layanan kereta bersubsidi terus menjadi penopang konektivitas masyarakat di berbagai wilayah yang telah terhubung jaringan rel.

KAI mencatat jumlah pelanggan KA Jarak Jauh dan KA Lokal bersubsidi sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 6.221.378 pelanggan. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik berbasis rel dengan tarif terjangkau.

Selain layanan yang dikelola KAI, pemerintah juga memberikan subsidi untuk seluruh layanan Commuter Line dan LRT Jabodebek, serta sebagian layanan yang dioperasikan KAI Bandara.

Sepanjang Januari hingga April 2026, layanan yang dikelola KAI Commuter melayani sebanyak 136.585.949 pelanggan. Sementara LRT Jabodebek mencatat volume penumpang mencapai 10.667.038 pelanggan.

Adapun layanan bersubsidi KAI Bandara melayani total 2.334.929 pelanggan dalam periode yang sama. Layanan tersebut mencakup KA YIA Reguler menuju Yogyakarta International Airport, serta KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai yang menjadi salah satu moda penting masyarakat di Sumatra Utara.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan layanan PSO memiliki dampak sosial yang besar karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Di dalam satu perjalanan kereta api, ada harapan masyarakat yang sedang bergerak. Ada orang tua yang bekerja demi keluarga, ada anak muda yang mengejar pendidikan, ada pedagang yang menjaga usahanya tetap berjalan. Karena itu, layanan PSO memiliki arti penting dalam menjaga ruang mobilitas masyarakat tetap terbuka dan terjangkau,” ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Sabtu (16/5/2026).

Menurut Anne, tingginya jumlah pelanggan juga menunjukkan bahwa transportasi publik berbasis rel semakin dipercaya masyarakat sebagai moda yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

“Kereta api menjadi bagian dari ruang gerak masyarakat sehari-hari. Ketika layanan yang aman dan terjangkau dapat diakses masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dapat terus berjalan dengan baik. Karena itu, keberlanjutan layanan transportasi publik berbasis rel menjadi hal penting bagi mobilitas masyarakat Indonesia,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply