Kadin Ungkap 77 Merek Global Beli Produk Indonesia, Dorong Peningkatan Ekspor | IVoox Indonesia

Kadin Ungkap 77 Merek Global Beli Produk Indonesia, Dorong Peningkatan Ekspor

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. IVOOX.ID/Youtube Kadin Indonesia

IVOOX.id – Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan sebanyak 77 merek global telah membeli produk atau komponen dari Indonesia. Hal itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2026 Kamis (29/10/2026).

Menurut Anindya kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi industri nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas penetrasi pasar internasional.

Dalam paparannya, Anindya menyebut sejumlah merek yang telah membeli produk Indonesia, di antaranya Airbus, Tesla, dan Nike. Ia juga menyinggung merek Kopiko sebagai contoh produk lokal yang telah dikenal di pasar global.

“Buku We Buy from Indonesia yang akan kami luncurkan merupakan testimoni dari pihak-pihak yang membeli produk Indonesia,” kata Anindya dikutip dari tayangan YouTube Kadin Indonesia Kamis (29/10/3026).

Kendati demikian ia mengakui ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi selain mempertahankan pasar yang telah terbentuk. Menurutnya meningkatkan nilai komponen lokal dan volume penjualan ke pasar dunia juga menjadi tantangan yang harus diperhatikan.

“Tugas kita adalah meningkatkan komponen itu dan meningkatkan penjualannya,” ujarnya.

Anindya menambahkan, penguatan ekspor perlu berjalan beriringan dengan peningkatan investasi. Karena itu, Kadin turut mendorong diplomasi ekonomi dan perluasan kerja sama perdagangan agar produk Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.

Dalam kesempatan itu ia juga menyoroti penguatan ekonomi kerakyatan yang tidak hanya cukup dengan meningkatkan jumlah pelaku usaha. UMKM kata ia juga perlu memperoleh akses terhadap investasi, teknologi, produksi, distribusi, dan pasar internasional.

“Tidak mungkin ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia tanpa UMKM naik kelas dan lapangan kerja berkualitas,” kata Anindya.

Ia menjelaskan, keterlibatan UMKM dalam rantai pasok dapat dibangun melalui berbagai skema kemitraan, mulai dari pola inti-plasma, kemitraan produksi, pengembangan pemasok industri, hingga distribusi dan ritel.

Anindya menilai, keterhubungan antara usaha rakyat, industri, dan pasar dunia menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

“Usaha rakyat harus bisa ikut mengambil nilai tambah dalam rantai pasok,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply