Jobstreet Gandeng UNODC Edukasi Pencari Kerja Cegah TPPO Digital | IVoox Indonesia

August 1, 2026

Jobstreet Gandeng UNODC Edukasi Pencari Kerja Cegah TPPO Digital

Kampanye "Stop TPPO" untuk menolak perdagangan orang
Ilustrasi - Kampanye "Stop TPPO" untuk menolak perdagangan orang. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/aa

IVOOX.id – National Programme Officer United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Indonesia, Abie Sancaya, mengatakan perkembangan teknologi membuat modus perdagangan orang semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk memperkuat pencegahan. Penipuan lowongan kerja (job scam) kerap menjadi pintu masuk praktik perdagangan orang di era digital. Berdasarkan berbagai laporan internasional, pelaku TPPO kini semakin sering memanfaatkan iklan pekerjaan palsu, media sosial, hingga aplikasi pesan instan untuk merekrut korban.

“Perdagangan orang saat ini semakin banyak difasilitasi oleh teknologi digital, di mana pelaku memanfaatkan berbagai platform online untuk merekrut dan mengeksploitasi korban melalui modus yang semakin kompleks. Oleh karena itu, pencegahan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan platform digital dan penyedia layanan ketenagakerjaan,” ujar Abie dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, edukasi di ruang digital menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap modus rekrutmen yang menyesatkan sekaligus memperkuat perlindungan bagi para pencari kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Jobstreet juga memaparkan sejumlah fakta mengenai ancaman TPPO di kawasan Asia Tenggara. Data IOM menunjukkan kasus perdagangan orang yang berkaitan dengan operasi penipuan daring meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, laporan internasional juga mencatat ribuan warga negara Indonesia menjadi korban setelah tergiur tawaran pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri yang ternyata merupakan modus eksploitasi.

Jobstreet by SEEK berpartisipasi dalam peringatan Hari Dunia Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan dukungan UNODC dan International Organization for Migration (IOM) di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026. Melalui kegiatan tersebut, Jobstreet by SEEK mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penipuan lowongan kerja (job scam) kerap menjadi pintu masuk praktik perdagangan orang di era digital.

Sebagai bentuk pencegahan, Jobstreet by SEEK telah menerapkan berbagai sistem pengamanan di platformnya, mulai dari verifikasi identitas perusahaan melalui dokumen legal, penyaringan otomatis terhadap iklan mencurigakan, pemeriksaan khusus untuk sektor dan negara berisiko tinggi, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk mendeteksi potensi penipuan sejak dini.

"Salah satu modus yang kian marak menjerat korban adalah penipuan lowongan kerja. Karena itu, kami menempatkan keamanan dan integritas platform sebagai prioritas – mulai dari verifikasi berlapis, deteksi dini berbasis AI, hingga edukasi berkelanjutan bagi pencari kerja," kata Head of Country Marketing Indonesia Jobstreet by SEEK, Sawitri.

Selain memperkuat sistem keamanan, Jobstreet mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan platform resmi saat mencari pekerjaan, tidak mudah tergiur tawaran dengan imbalan yang tidak masuk akal, menolak permintaan pembayaran dalam proses rekrutmen, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta memastikan legalitas izin kerja apabila menerima tawaran bekerja di luar negeri.

Jobstreet juga menyediakan fitur pelaporan bagi pengguna yang menemukan lowongan kerja mencurigakan. Seluruh laporan akan ditindaklanjuti oleh tim Trust & Safety untuk ditinjau dan, apabila terbukti melanggar, iklan akan dinonaktifkan atau diblokir sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem rekrutmen digital yang lebih aman bagi pencari kerja di Indonesia.

0 comments

    Leave a Reply