Jeda Siang, IHSG Masih Bertahan di Jalur Hijau Meski Asia Tertekan | IVoox Indonesia

January 31, 2026

Jeda Siang, IHSG Masih Bertahan di Jalur Hijau Meski Asia Tertekan

IHSG Ditutup Turun 0,21% Pada Akhir Sesi Perdagangan Pertama

IVOOX.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,35% atau 20,23 poin ke level 5.769,32 di penutupan jeda siang, Jumat (7/9), setelah dibuka menguat tipis hany 0,08% pada pagi tadi.

Penguatan IHSG seiring dengan apresiasi terhadap rupiah di pasar spot yang terpantau bertahan di level Rp14.890 per dolar AS pada pukul 12.21 WIB dengan penguatan 3 poin atau 0,02%. Pada Kamis (6/9), rupiah mampu rebound dan berakhir menguat 45 poin atau 0,30% di posisi 14.893.

IHSG tercatat positif di tengah berlanjutnya tekanan terhadap bursa global dan Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 187 saham menguat, 140 saham melemah, dan 274 saham stagnan dari 601 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tiga dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di zona hijau dengan support utama sektor aneka industri (+3,24%). Adapun sektor industri dasar yang turun 0,39% memimpin koreksi di antara enam sektor lainnya sekaligus membatasi penguatan IHSG.

Berbanding terbalik dengan IHSG, indeks saham di Asia Tenggara terpantau melemah siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,75%), indeks SE Thailand (-0,20%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,13%), dan indeks PSEi Filipina (-1,13%).

Adapun indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing turun 0,68% dan 0,99%. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,82%, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,86%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing turun 0,13% dan 0,14%.

Bursa Asia tetap tertekan oleh kekhawatiran investor akan perkembangan terbaru seputar perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China, setelah batas waktu periode komentar publik untuk rencana tarif baru yang diusung pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap impor tambahan senilai US$200 miliar asal China berakhir.

Bursa Asia pun bergerak menuju penurunan mingguan terburuknya dalam hampir enam bulan seiring dengan kekhawatiran seputar meluasnya pergolakan pada sejumlah negara emerging market, seperti Argentina dan Turki. IHSG termasuk di antara yang paling terdampak atas tekanan emerging market pekan ini.

0 comments

    Leave a Reply