Jasa Marga Bukukan Pendapatan Rp10,31 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 7,6 Persen | IVoox Indonesia

Jasa Marga Bukukan Pendapatan Rp10,31 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 7,6 Persen

Jasa Marga bukukan pendapatan
Jasa Marga bukukan pendapatan Rp10,31 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 7,6 persen. IVOOX.ID/doc Jasamarga

IVOOX.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mengoptimalkan jaringan dan portofolio jalan tol sebagai strategi memperkuat pertumbuhan bisnis. Pengembangan sumber pendapatan baru juga dilakukan dengan memanfaatkan aset, teknologi, layanan, serta aktivitas ekonomi yang berkembang di sepanjang koridor jalan tol.

Strategi tersebut turut menopang kinerja positif Perseroan sepanjang Semester I 2026. Capaian ini disampaikan dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia secara daring pada Rabu, 9 September 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, kondisi fundamental dan keuangan yang sehat menjadi modal penting bagi Perseroan untuk mengembangkan bisnis secara prudent sekaligus menangkap peluang pertumbuhan baru.

“Kami melihat prospek bisnis Jasa Marga ke depan tetap positif. Dengan fundamental bisnis dan kondisi financial yang sehat, menjadi fondasi yang kuat untuk terus mengoptimalkan portofolio aset, sekaligus mencetak pertumbuhan nilai yang berkelanjutan (value creation),” ujar Rivan dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Jumat (10/9/2026).

Hingga Semester I 2026, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun, meningkat 7,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pendapatan tersebut ditopang oleh bisnis tol sebesar Rp9,5 triliun yang tumbuh 6,8 persen yoy serta pendapatan usaha lainnya sebesar Rp798,2 miliar atau melonjak 17,6 persen yoy.

Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong kinerja profitabilitas. EBITDA Perseroan meningkat 8,1 persen yoy menjadi Rp6,99 triliun dengan margin EBITDA tetap terjaga pada level 67,8 persen. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun atau tumbuh 2 persen yoy.

Dari sisi risiko keuangan, gearing ratio Jasa Marga tercatat sebesar 1,2 kali. Adapun Interest Coverage Ratio (ICR) meningkat menjadi 3,9 kali. Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menjaga kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang untuk investasi strategis.

Skala jaringan juga menjadi salah satu kekuatan Jasa Marga. Hingga 30 Juni 2026, Perseroan memiliki 36 konsesi dengan total panjang 1.736 kilometer dan mengoperasikan sekitar 1.294 kilometer jalan tol. Jumlah tersebut merepresentasikan sekitar 42 persen dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

“Kami melihat jaringan jalan tol sebagai sebuah network dengan value besar saat dikelola secara terintegrasi, yang dapat memperkuat hubungan antara pusat aktivitas ekonomi, kawasan industri, simpul logistik, maupun destinasi wisata, sehingga menciptakan peluang pertumbuhan baru di sepanjang jaringan,” ujar Rivan.

Selain bisnis jalan tol, Jasa Marga mengembangkan ekosistem ekonomi di sepanjang koridor melalui berbagai lini usaha. Salah satunya melalui transformasi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) menjadi Travoy Rest yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas perjalanan, tetapi juga ruang aktivitas ekonomi dan pemasaran produk UMKM serta lokal.

Perseroan juga mengembangkan bisnis building management, advertising, utilitas, Transit Oriented Development (TOD), serta Toll Corridor Development (TCD).

“Kami melihat setiap bagian dari koridor jalan tol memiliki potensi untuk menciptakan nilai. Rest area, misalnya, tidak hanya kami lihat sebagai fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mempertemukan kebutuhan pengguna dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pendekatan seperti ini yang terus kami kembangkan dalam membangun ekosistem jalan tol,” kata Rivan.

Pengembangan tersebut diperkuat dengan pemanfaatan teknologi melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) dan aplikasi Travoy. JMTC berfungsi sebagai pusat integrasi informasi lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time, sedangkan Travoy menyediakan berbagai kebutuhan perjalanan pengguna dalam satu platform digital.

“Teknologi kami tempatkan sebagai enabler untuk membuat operasional semakin efektif, pengelolaan aset semakin akurat, dan layanan kepada pengguna semakin terintegrasi. Sedangkan di balik modernisasi teknologi operasional, Jasa Marga turut memperkuat fondasi internal lewat transformasi budaya kerja (infraculture) berbasis nilai budaya ‘JSMR MOVE’. Didukung analitik data SDM terpadu (HC Analytics), Perseroan mencetak talenta unggul yang lincah dan adaptif dalam menjawab dinamika industri infrastruktur masa depan,” ujarnya.

Memasuki Semester II 2026, Jasa Marga akan menjaga keseimbangan antara pengembangan konektivitas dan ketahanan keuangan melalui disiplin alokasi modal, stabilitas arus kas, serta pemanfaatan teknologi.

“Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap investasi dan pengembangan yang dilakukan Jasa Marga memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas. Kami juga ingin memastikan Jasa Marga tetap menjadi pilihan investasi yang tepercaya bagi pasar modal, serta setiap value creation dari aktivitas bisnis Perseroan dapat menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pengguna jalan, mitra usaha, masyarakat, dan perekonomian Indonesia,” kata Rivan.

0 comments

    Leave a Reply