ITDC Komitmen Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau KEK Mandalika | IVoox Indonesia

May 16, 2026

ITDC Komitmen Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau KEK Mandalika

Sirkuit Pertamina Mandalika
Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat dari udara. ANTARA/HO-Humas ITDC.

IVOOX.id – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat komitmen terhadap implementasi prinsip keberlanjutan melalui melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) di tengah pesatnya pembangunan sektor pariwisata.

"Pengembangan destinasi pariwisata tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada harmoni lingkungan dan peningkatan kualitas hidup jangka panjang," kata Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana di Lombok Tengah, Jumat (15/5/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengatakan ruang terbuka hijau memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas destinasi pariwisata sekaligus memperkuat daya saing kawasan pariwisata.

Menurutnya, RTH tidak sekadar menjadi elemen lanskap, tetapi merupakan bagian dari infrastruktur ekologis yang berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas udara, pengendalian suhu kawasan, hingga penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim.

“Penguatan RTH di The Mandalika diarahkan untuk menghadirkan ekosistem destinasi yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan, tidak hanya indah secara visual," katanya.

Ia mengatakan melalui pengembangan pengalaman wisata berbasis alam, seperti aktivitas outdoor, wellness, dan rekreasi di kawasan pesisir, RTH menjadi bagian penting dalam mendorong gaya hidup sehat, memperkuat koneksi manusia dengan alam, serta meningkatkan kualitas pengalaman wisata secara menyeluruh.

"Pendekatan ini sekaligus menegaskan komitmen ITDC dalam menjaga keberlanjutan destinasi dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia dalam jangka panjang," katanya.

Ia mengatakan di The Mandalika, pengembangan pariwisata berkelanjutan diwujudkan melalui pengelolaan kawasan seluas 1.175 hektare dengan alokasi RTH mencapai 363 hektare atau sekitar 30 persen dari total area.

"Dari jumlah tersebut, sekitar 19 persen telah dikelola secara aktif sebagai bagian dari upaya konservasi dan peningkatan kualitas lingkungan kawasan," katanya.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pesisir, sepanjang tahun 2025 telah dilakukan penanaman lebih dari 10.400 pohon melalui program rehabilitasi lingkungan.

Upaya ini berlanjut pada tahun 2026 dengan penanaman sebanyak 15.000 pohon mangrove di kawasan pesisir sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan alami terhadap abrasi sekaligus meningkatkan kualitas habitat pesisir.

"Pengembangan kawasan The Mandalika juga mengintegrasikan konsep green space dan blue space, yaitu perpaduan antara ruang vegetasi dan elemen air seperti pantai, laguna, serta area konservasi," katanya.

0 comments

    Leave a Reply