Istana Terima Usulan Jaksa Agung soal Pengganti Jampidsus, Ada Nama Kuntadi | IVoox Indonesia

July 17, 2026

Istana Terima Usulan Jaksa Agung soal Pengganti Jampidsus, Ada Nama Kuntadi

Mensesneg Prasetyo Hadi
Mensesneg Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (26/6/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya

IVOOX.id – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Istana telah menerima surat dari Jaksa Agung ST Burhanuddin yang berisi usulan nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) baru pengganti Febrie Adriansyah yang mengundurkan diri.

Prasetyo yang juga Juru Bicara Presiden mengatakan surat tersebut dikirimkan pada Selasa (14/7) dan kini tengah ditindaklanjuti sebagai dasar penerbitan keputusan presiden (keppres).

"Per kemarin, Jaksa Agung telah secara resmi mengirimkan surat kepada Bapak Presiden untuk mengajukan usulan nama pengganti pejabat Jampidsus yang beberapa waktu lalu mengajukan pengunduran diri," kata Prasetyo ditemui usai rapat di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2026), dikutip dari Antara.

Prasetyo membenarkan Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung Kuntadi menjadi salah satu nama yang diusulkan Jaksa Agung.

"Ya, kalau berdasarkan suratnya, ya," ujarnya.

Selain Kuntadi, Jaksa Agung juga mengusulkan nama lain. Namun, Prasetyo tidak memerinci identitas maupun jabatan para calon tersebut.

"Ada, tapi mohon maaf kami tidak hafal satu per satu baik nama maupun jabatannya. Nanti pada waktunya kalau hasilnya sudah diputuskan pasti akan kami sampaikan kepada teman-teman media dan kepada masyarakat," ujarnya.

Prasetyo juga mengisyaratkan keputusan presiden mengenai pengangkatan Jampidsus baru akan diteken pada pekan ini.

"Insyaallah," ujarnya.

Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo Subianto sempat memanggil Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rapat terbatas pada Sabtu, 11 Juli 2026, malam guna memperoleh laporan terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (FA).

Ia mengatakan rapat tersebut digelar karena Kepala Negara ingin memperoleh penjelasan langsung mengenai perkembangan perkara.

"Karena ada sebuah kejadian, ya, tentu beliau (Presiden Prabowo) ingin mendapatkan laporan," katanya. 

Saat ditanya apakah pemerintah ingin penyelesaian kasus FA berlangsung tanpa menimbulkan kegaduhan, Prasetyo mengatakan pemerintah berkepentingan menjaga stabilitas nasional.

"Kalau pertanyaannya masalah kegaduhan, kan sebenarnya tidak hanya berkenaan dengan masalah ini. Berkali-kali juga beliau sampaikan, kami mewakili Presiden, pemerintah, syarat untuk membangun ekonomi itu salah satunya adalah stabilitas. Syarat stabilitas, ya, tentunya kita berharap mengurangi, meminimalisasi kegaduhan. Jadi semangatnya itu," ujarnya.

Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus pada Sabtu, 11 Juli 2026, dini hari. Pada hari yang sama, ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Terpisah, wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meyakini bahwa calon Jampidsus pilihan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin merupakan calon yang terbaik untuk institusi Kejaksaan RI.

"Siapa pun pilihan Jaksa Agung, itu yang terbaik buat institusi," kata Sahroni, Rabu (15/7/2026), dikutip dari Antara..

Salah satu nama yang diusulkan itu adalah Kuntadi, yang kini menjabat Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI.

Atas hal itu, Sahroni yakin nama Kuntadi dipilih oleh Jaksa Agung karena sosok itu sudah mumpuni dan sudah melalui berbagai proses seleksi.

"Kita dukung yang dipilih oleh Jaksa Agung untuk ke depannya lebih baik," katanya.

0 comments

    Leave a Reply