Inovasi KSM Tamansari Mengolah Sampah dengan Maggot | IVoox Indonesia

May 15, 2026

Inovasi KSM Tamansari Mengolah Sampah dengan Maggot

Kegiatan pengelolaan sampah di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tamansari di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Kamis (14/5/2026). KSM Tamansari berfokus pada pengelolaan sampah organik secara mandiri. Inovasi ini dibentuk sebagai solusi nyata untuk mengatasi masalah darurat sampah dengan menekan volume limbah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). IVOOX/Budi Yanto

IVOOX.id - Di sebuah sudut kawasan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, denyut kerja tangan-tangan warga mengelola sampah berlangsung tanpa banyak sorotan. Tumpukan dedaunan kering, sisa buah, dan limbah makanan yang datang dari 20 RW setiap harinya.

Sampah-sampah tersebut diubah menjadi sesuatu yang lebih bernilai di tangan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tamansari Tuntas.

Setiap harinya sebanyak 8 Kuintal atau 800 kilogram sampah organik masuk ke TPS 3R Tamansari. Jumlah yang cukup besar, tetapi bagi para pengelola, itu adalah tantangan sekaligus peluang. Lewat budidaya maggot, larva Black Soldier Fly bekerja mengurai limbah organik dengan cepat, menyisakan kompos yang kemudian didistribusikan kepada yang membutuhkan

KSM Tamansari Tuntas berupaya bukan semata soal mengolah sampah. Ada misi yang lebih besar yaitu mengurangi beban sampah yang selama ini terus mengalir ke TPS maupun TPA.

Hasilnya untuk saat ini belum bisa dikomersilkan. Hanya mengejar bagaimana caranya memproses sampah supaya bermanfaat.

Di balik pengelolaan sampah ini, terdapat kerja kolektif yang melibatkan warga. Sampah organik yang terkumpul berasal dari rumah-rumah yang perlahan mulai terbiasa memilah limbah sejak dari sumbernya. Kesadaran itulah menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Teknologi sederhana seperti maggot tidak akan berarti banyak tanpa perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, edukasi terus dilakukan agar warga memahami bahwa pengurangan sampah bukan hanya urusan petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama.

Harapannya warga semakin sadar dan terarah memilah sampah, dengan dukungan dari RW dan kepengurusan lainnya supaya terakomodir. Ini sangat membantu untuk mengurangi sampah

Meski sudah menunjukkan hasil nyata, perjalanan KSM Tamansari Tuntas belum selesai. Keterbatasan sarana dan kebutuhan logistik masih menuntut perhatian berbagai pihak. Namun di tengah segala keterbatasan itu, semangat untuk terus mengurai persoalan sampah terus menyala.

Dari KSM Tamansari Tuntas sebuah pelajaran sederhana mengemuka yaitu ketika kesadaran warga bertemu inovasi, tumpukan sampah bisa berubah menjadi harapan baru untuk lingkungan kota.

Foto dan teks: IVOOX/Budi Yanto

0 comments

    Leave a Reply