Indonesia Kirim Tim Atlet Panjat Tebing pada Ajang Kualifikasi Asian Games 2026

IVOOX.id – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirim 16 atlet untuk di nomor speed, lead, dan boulder dalam World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China pada 7-12 April yang merupakan ajang untuk Kualifikasi Asian Games (AG) 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Rincinya sembilan atlet disiplin speed, serta tujuh atlet lead dan boulder.
Pelatih panjat tebing disiplin speed Indonesia Galar Pandu Asmoro mengungkapkan sembilan atlet akan mewakili Indonesia dalam World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China. Dia menjelaskan sembilan atlet yang berangkat terdiri dari lima putra dan empat putri.
"Jadi komposisinya ada atlet yang senior dan ada juga sebagian junior untuk masing-masing sektor," kata Galar saat diwawancarai ANTARA di tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim panjat tebing di Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026), dikutip dari Antara.
Lebih lanjut dia menjelaskan, lima atlet putra yang berangkat adalah Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, dan Aditya Tri Syahria.
Sementara sektor putri diperkuat Rajiah Sallsabillah, Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, serta Berthdigna Devi Surya Kusuma.
Galar menargetkan minimal masing-masing dua atlet putra maupun putri mampu mengamankan tiket ke Asian Games dengan syarat menembus delapan besar di nomor speed.
"Untuk bisa lolos, minimal bisa masuk delapan besar, baik untuk sektor putra maupun putri," ujar dia.
Galar menambahkan, peluang terbuka lebar meski ada pembatasan maksimal dua atlet per negara yang bisa lolos ke Asian Games.
Para atlet, tambah dia, kini memasuki fase tapering atau pengurangan intensitas latihan guna menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan dan pertandingan disiplin speed yang dijadwalkan pada 9 April.
Tim dijadwalkan berangkat pada Minggu, 5 April 2026, malam dan tiba di China pada pagi hari.
Setibanya di lokasi, atlet akan menjalani pemulihan kondisi, dilanjutkan dengan adaptasi fisik terhadap cuaca dan lingkungan arena sebelum bertanding.
"Tanggal 6 kami istirahat setelah melalui perjalanan panjang, kemudian besoknya (tanggal 7) mulai latihan ke gymnasium, lalu tanggal 8 conditioning fisik, dan keesokan harinya baru berlomba," ujar dia.
Sebelumnya tim speed telah mendaftarkan 10 atlet untuk mengikuti kualifikasi, namun Amanda Narda Mutia mengalami cedera selama proses persiapan, sehingga otomatis batal berangkat ke China.
Asisten pelatih lead dan boulder tim panjat tebing Indonesia Sholikhin membeberkan tujuh atlet yang berangkat terdiri atas lima putra dan dua putri dengan kombinasi atlet senior dan junior, serta merupakan hasil pembinaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
"Mereka adalah Musauwir, Mahesa Caesar, Muhammad Ramzi Firmansyah, Muhammad Rizky Syahrafli, dan Raviandi Ramadhan di sektor putra, serta Nur Diatul Jannah dan Alma Ariella Tsany di sektor putri," kata dia saat diwawancarai ANTARA di tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim panjat tebing di Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026), dikutip dari Antara.
Lebih lanjut dia membeberkan, komposisi atlet senior dan junior tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman bertanding, sekaligus menguji kesiapan atlet menghadapi persaingan tingkat Asia yang semakin kompetitif.
Sholikhin menambahkan, Raviandi Ramadhan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang turun di dua nomor, yakni lead dan boulder, sehingga diharapkan mampu menambah peluang tim dalam meraih hasil optimal.
"Untuk target kami berusaha semaksimal mungkin, karena memang ya namanya turnamen, kami cuma bisa berusaha semaksimal mungkin, berusaha sebaik mungkin dan tentunya dengan usaha yang terbaik," ujar dia.
Pelatih itu mengungkapkan, seluruh atlet dijadwalkan berangkat pada Minggu, 5 April 2026, malam melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Kejuaraan Asia di Meisan, tambah dia, menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengamankan tiket menuju Asian Games 2026.
Selain menjadi ajang kualifikasi, kompetisi ini juga dimanfaatkan sebagai tolok ukur perkembangan performa atlet dalam menghadapi kejuaraan internasional, menjelang Asian Games 2026 pada September.
Selain itu, turnamen di China menjadi ajang pemanasan untuk menghadapi banyaknya seri kejuaraan dunia yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC).


0 comments