Indonesia Incar Empat Emas Asian Games 2026 | IVoox Indonesia

Indonesia Incar Empat Emas Asian Games 2026

Atlet panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo menerima bendera Indonesia secara simbolis
Atlet panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo menerima bendera Indonesia secara simbolis dari Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara pelepasan Kontingen Indonesia untuk Asian Games ke-20 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

IVOOX.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan kontingen Indonesia menargetkan empat medali emas pada di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September 2026 sampai 3 Oktober 2026.

"Target emas. Kemarin di China, itu tujuh emas. Tapi ada tiga nomor (pertandingan) yang tidak dipertandingkan, yaitu dua Dragon Boat dan satu dari menembak. Saat ini, dengan matriks yang ada itu (target) empat emas. Saya tidak mau cerita dari cabang olahraga (mana)," kata Menpora Erick Thohir menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, (9/9/2026), dikutip dari Antara.

Di Istana Kepresidenan RI, Rabu, 9 September 2026, sore, prosesi pelepasan atlet-atlet kontingen Indonesia itu dihadiri sejumlah pimpinan federasi olahraga, di antaranya termasuk Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Wushu Indonesia Airlangga Hartarto, Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia Yenny Wahid, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia Sugiono, dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan.

Yenny Wahid, saat ditemui selepas acara, menyatakan federasi panjat tebing menargetkan perolehan tiga medali, dengan dua di antaranya medali emas.

"Tiga medali, dua emas. Satu kalau bisa emas juga. Kalau nggak bisa juga yang penting ada di podium," kata Yenny Wahid, dikutip dari Antara.

Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) Rosan Roeslani menargetkan cabang olahraga angkat besi ditargetkan menyumbang satu medali emas pada Asian Games 2026.

"Kalau kami mungkin satu emas, Insya Allah. Tapi (medali) lainnya, mungkin bisa dapat perak dan perunggu," ujar Rosan menjawab pertanyaan wartawan, dikutip dari Antara.

Presiden Prabowo, saat acara pelepasan kontingen Indonesia di Istana Negara menjanjikan bonus Rp3 miliar untuk para peraih emas pada ajang Asia Games 2026.

“Saya diberi laporan Pak Erick, Pak untuk SEA Games, medali emas dapat Rp1 miliar. Tetapi, ini Asian Games, medali emas Rp3 miliar,” kata Presiden Prabowo di hadapan para atlet saat acara di Istana Negara, Rabu (9/9/2026), dikutip dari Antara.

Terpisah, Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) mengukuhkan Kontingen Indonesia yang berkekuatan 430 atlet dari 35 cabang olahraga untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, berkurang dua atlet dari daftar sebelumnya.

"Dengan mengucap bismillah, kontingen Indonesia dengan ini resmi dikukuhkan," kata Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dalam acara pengukuhan Kontingen Indonesia di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026), dikutip dari Antara.

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Todotua Pasaribu mengatakan jumlah atlet sebelumnya tercatat sebanyak 432 orang pada tahap entry by name, sebelum difinalisasi menjadi 430 atlet melalui Delegation Registration Meeting (DRM).

"Kontingen Tim Indonesia akan diperkuat oleh 430 atlet dan 145 ofisial dari 35 cabang olahraga," kata Todotua, dikutip dari Antara.

Dengan finalisasi tersebut, jumlah atlet Indonesia berkurang dua orang dari daftar awal. Laporan CdM tidak merinci nama maupun cabang olahraga dari dua atlet yang tidak masuk komposisi akhir.

Selain atlet dan ofisial, Indonesia menyiapkan 78 tenaga pendukung yang terdiri atas dokter, masseur, fisioterapis, serta tim head quarter untuk membantu kebutuhan kontingen selama berada di Jepang.

Todotua mengatakan tim CdM bersama NOC Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menjalankan sejumlah persiapan, mulai dari kunjungan ke cabang olahraga, koordinasi dengan manajer tim dan ofisial, hingga pemberian dukungan kepada atlet.

Sebagian kontingen Indonesia juga telah lebih dulu berangkat menuju Jepang. Tim bola basket dan anggar menjadi rombongan awal yang diberangkatkan setelah mengalami penyesuaian rute perjalanan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kedua tim menempuh perjalanan darat menuju Surabaya sebelum melanjutkan penerbangan melalui Singapura menuju Jepang.

Todotua mengatakan tim CdM akan memastikan kebutuhan nonteknis, termasuk akomodasi, transportasi, serta layanan pendukung, berjalan baik agar para atlet dapat fokus menghadapi pertandingan.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026 hingga 4 Oktober 2026 di Jepang.

Atlet Indonesia Siap Ikuti Asian Games 2026

Atlet-atlet Indonesia mengaku telah siap mengikuti Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 setelah menjalani program pelatnas, pertandingan, dan uji coba internasional sebagai upaya meraih hasil terbaik di ajang kompetisi olahraga tersebut.

Atlet panjat tebing nomor speed climbing peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, saat menghadiri acara pelepasan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu, mengatakan persiapannya untuk Asian Games 2026 telah dimulai sejak 2024 dan telah mencapai lebih dari 90 persen.

“Untuk Asian Games kali ini, tuan rumah jadi salah satu pesaing terberat di luar China dan juga Korea. Harapan dalam Asian Games kali ini, saya bisa memberikan terbaik buat Indonesia,” katanya, dikutip dari Antara.

Veddriq berharap kontingen Indonesia mampu meraih medali emas sebanyak-banyaknya dan menjadi juara dengan tetap mengedepankan penampilan yang baik serta sportivitas.

“Untuk tim Indonesia semoga bisa membawa medali emas sebanyak-banyaknya. Dan menjadi juara dan juga memberikan yang terbaik dan hasil yang terbaik,” kata dia.

Persiapan serupa dilakukan atlet bola voli indoor putri Maradanti Namira Tegariani dan Ersandrina Devega Salsabila yang menjalani pemusatan latihan sejak Mei, serta mengikuti pertandingan dan uji coba internasional, termasuk di Korea.

“Kami sudah mulai persiapan sejak Mei. Kami ada uji coba ke Korea, serta ikut pertandingan di luar negeri, internasional,” kata Maradanti, dikutip dari Antara.

Sementara, tim soft tennis Indonesia menjalani pemusatan latihan selama sekira enam bulan yang diperkuat dengan uji coba ke Korea Selatan dan keikutsertaan dalam dua turnamen di Incheon dan Sunchang.

Atlet Fernando Sanger mengatakan tim soft tennis Indonesia berharap dapat memperbaiki pencapaian dari Asian Games sebelumnya di China, ketika Indonesia meraih medali perunggu.

“Pada Asian Games sebelumnya di China, kami dapat medali perunggu. Kami harap dalam Asian Games kali ini, bisa dapat hasil yang lebih baik,” ucap Fernando, dikutip dari Antara.

Atlet dayung Stevani Maysche Ibo, Dayumin, Sella Monim, dan Ramla Baharuddin juga terus menjalani persiapan meski menghadapi sejumlah tantangan. Dayumin menegaskan kondisi tersebut tidak mengurangi keyakinan mereka terhadap program latihan yang diberikan pelatih.

“Itu tidak menjadi halangan buat kami, karena kami tetap berlatih. Kami percaya juga kepada pelatih dengan program yang dia lakukan itu bisa membawa kami meraih juara,” ujar Dayumin, dikutip dari Antara.

Para atlet menyebut pelepasan kontingen oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi tambahan motivasi menjelang keberangkatan ke Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026. Mereka juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar dapat tampil maksimal dan sportif.

“Untuk seluruh masyarakat Indonesia, mohon doa dan dukungannya untuk para kami atlet yang bertanding, dan juga akan menjadi wakil Indonesia dalam Asian Games Nagoya-Aichi 2026,” kata Veddriq.

0 comments

    Leave a Reply