Indonesia Gagal Taklukan Iran dalam Final Piala Asia Futsal 2026 | IVoox Indonesia

February 8, 2026

Indonesia Gagal Taklukan Iran dalam Final Piala Asia Futsal 2026

antarafoto-timnas-futsal-indonesia-dikalahkan-iran-1770478140-1
Pemain Timnas futsal Indonesia Muhammad Rizki Xavier (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas futsal Iran yang dijaga oleh Mahdi Rostami (kedua kanan) saat adu penalti pada pertandingan final AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Timnas futsal Indonesia dikalahkan Iran lewat adu penalti dengan skor akhir 5-4 setelah bermain imbang di waktu normal dengan skor 5-5. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

IVOOX.id – Timnas Futsal Indonesia gagal menjuarai Piala Asia Futsal 2026 setelah takluk dari Timnas Futsal Iran melalui adu tendangan penalti dalam laga final di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.

Mengutip Antara, Indonesia sempat beberapa kali unggul pada pertandingan ini, namun Iran tidak tinggal diam dan membuat skor imbang 5-5 bertahan hingga waktu normal ditambah babak tambahan selesai, demikian catatan AFC.

Pada babak adu tendangan penalti, Iran berhasil keluar menjadi pemenang dengan skor 5-4 setelah dua penendang Indonesia yakni Dewa Rizki dan Israr Megantara gagal melaksanakan tugasnya dengan baik.

Peringkat kedua merupakan pencapaian terbaik Indonesia sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Asia Futsal.

Indonesia sempat menciptakan peluang terlebih dahulu melalui tembakan Rio Pangestu, namun masih dapat ditepis kiper Iran Bagher Mohammadi.

Iran berbalik mendapatkan peluang dan berhasil unggul terlebih dahulu pada menit ketiga melalui tembakan Hossein Tayebi sehingga skor berubah menjadi 1-0.

Indonesia berhasil menyamakan kedudukan melalui sontekan Reza Gunawan yang memanfaatkan bola muntah dari tendangan Dewa Rizki sehingga skor kembali sama kuat 1-1 pada menit ketujuh.

Skuad asuhan Hector Souto berhasil membalikkan keadaan pada menit delapan setelah umpan langsung kiper Ahmad Habiebie dapat dikonversikan menjadi gol oleh Israr Megantara sehingga skor berubah menjadi 2-1.

Indonesia sukses menambah keunggulan mereka menjadi 3-1 setelah Israr Megantara mampu menciptakan gol keduanya di pertandingan ini pada menit sembilan.

Iran sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit 16 melalui tembakan yang dilepaskan Saeid Ahmad Abbasi, namun dianulir oleh wasit karena bola lebih dulu keluar lapangan setelah Indonesia meminta challenge.

Skuad asuhan Vahid Shamsaee memiliki peluang untuk memperkecil ketertinggalan setelah mendapatkan hadiah tendangan penalti karena Indonesia melalukan pelanggaran keenam, namun tendangan dari Salar Aghapour dapat dihalau Habibie.

Iran berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit 18 melalui tembakan Mahdi Karimi setelah sebelumnya memanfaatkan skema tendangan bebas.

Memasuki babak kedua, Iran langsung menggempur lini pertahanan Indonesia dan mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Saeid Ahmad Abbasi sehingga skor berubah menjadi 3-3 pada menit 23.

Hanya berselang satu menit, Indonesia kembali berhasil unggul pada menit 24 lewat tembakan Samuel Eko sehingga skor berubah menjadi 4-3.

Setelah kembali tertinggal, Iran beberapa kali melancarkan serangan berbahaya, akan tetapi penampilan gemilang Habiebie dapat mematahkan peluang tersebut.

Iran kembali memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan melalui tembakan Mohammad Hossein Derakhshani yang masih membentur mistar gawang Indonesia.

Selanjutnya Iran menerapkan power play ketika laga menyisakan kurang lebih empat menit dan mampu menyamakan kedudukan pada menit 37 melalui Mahdi Karimi sehingga skor kembali sama kuat 4-4.

Skor imbang 4-4 bertahan hingga waktu normal usai sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada babak tambahan pertama, Iran lebih sering memberikan ancaman ke lini pertahanan Indonesia, namun skor sama kuat 4-4 tetap bertahan.

Memasuki babak tambahan kedua, Indonesia berhasil kembali unggul pada menit 49 melalui gol ketiga Israr Megantara sehingga skor berubah menjadi 5-4.

Iran berhasil menyamakan kedudukan kembali pada menit 49 melalui tembakan keras Salar Aghapour yang membobol gawang Indonesia sehingga skor berubah sama kuat 5-5.

Skor imbang 5-5 bertahan pada babak tambahan sehingga pemenangan partai final ini harus ditentukan oleh adu tendangan penalti.

Pada adu tendangan penalti, Iran berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4 setelah dua penendang Indonesia gagal melaksanakan tugasnya dengan baik.

Pelatih kepala timnas futsal Indonesia Hector Souto mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya meskipun harus mengakui keunggulan Iran melalui adu penalti pada final Piala Asia Futsal 2026.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain karena mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Apa yang kami capai dalam waktu ini sungguh luar biasa,” kata Souto dalam jumpa pers setelah pertandingan usai, dikutip dari Antara.

Pelatih asal Spanyol itu menilai pencapaian Indonesia menembus final dan memberi perlawanan sengit kepada Iran menjadi bukti perkembangan signifikan futsal nasional di tingkat Asia.

Iran sendiri dengan keberhasilan ini tercatat telah 14 kali menjuarai Piala Asia Futsal.

Menurut Souto, salah satu kekuatan utama skuad Garuda pada laga tersebut adalah aspek mental.

“Kami sangat kuat secara mental. Cara para pemain menghadapi tekanan sepanjang pertandingan tidak mudah,” ujarnya.

Ia menyebut timnya mampu bertahan dalam berbagai situasi sulit hingga memaksakan pertandingan berlanjut ke adu penalti, meskipun menghadapi lawan yang memiliki reputasi besar di level internasional.

Di sisi lain, Souto juga secara terbuka mengakui masih terdapat jarak kualitas antara Indonesia dengan negara-negara papan atas Asia.

“Iran dan Jepang masih lebih kuat dari kami. Mereka memiliki pemain-pemain top di level dunia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tempo permainan di kompetisi Asia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan liga domestik, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain Indonesia.

0 comments

    Leave a Reply