Indonesia Dapat Komitmen Investasi Rp574 Triliun usai Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea | IVoox Indonesia

April 3, 2026

Indonesia Dapat Komitmen Investasi Rp574 Triliun usai Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani (kanan) saat ditemui wartawan di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026) (ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

IVOOX.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia memperoleh komitmen investasi sebesar 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp574 triliun usai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan dan Jepang. 

Menurut Airlangga nilai komitmen tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor serta membuka peluang besar bagi pengembangan sektor-sektor strategis dan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Airlangga merinci dari Korea Selatan Indonesia memperoleh kesepakatan konkret berupa penandatanganan berbagai nota kesepahaman (MoU) antar pelaku usaha dengan total nilai sebesar 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp173 triliun. Sementara dari Jepang komitmen investasi yang dihasilkan sebesar 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp401 triliun.

“Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea. Jepang sendiri merupakan peringkat ketiga dari investasi dan perdagangan, Korea di peringkat ketujuh, dan kedepan keduanya sangat berharap bahwa dengan Indonesia mempunyai sovereign wealth fund, maka Indonesia juga bisa menjadi co-invest,” ujar Airlangga dalam siaran pers Kamis (2/4/2026).

Kerja sama investasi yang terjalin dengan Korea Selatan mencakup berbagai sektor, antara lain sektor energi dan transisi hijau (green transition), pengembangan tenaga surya (solar power), teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), serta energi terbarukan (renewable energy).

Selain itu, kolaborasi juga diperluas pada sektor industri dan manufaktur, termasuk pengembangan industri baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan. Kerja sama tersebut turut mencakup sektor ekonomi digital dan pengembangan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri nasional di era transformasi digital.

Di sisi lain, investasi dengan Korea Selatan tersebut juga mencakup sektor properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan kawasan Bumi Serpong Damai, serta penguatan kemitraan bisnis melalui kerja sama antara Kadin Indonesia dan Korea Chamber of Commerce and Industry.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong realisasi komitmen bisnis, khususnya dalam penguatan rantai pasok baterai dan investasi manufaktur berbasis teknologi. Dalam konteks tersebut, keberlanjutan investasi dari POSCO dan minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi juga menjadi bagian penting dalam memperdalam kerja sama kedua negara.

Selanjutnya, untuk kerja sama investasi dengan Jepang mencakup sejumlah sektor yakni`meliputi energi dan transisi energi, termasuk pengembangan minyak dan gas bumi dengan fokus pada Proyek Masela, serta penguatan sektor industri dan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah domestik.

Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada sektor keuangan dan inklusi finansial melalui sinergi antara Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Pegadaian, serta diperkuat melalui investasi kelembagaan yang melibatkan Japan External Trade Organization (JETRO) dan Kadin Indonesia dalam mendorong kemitraan bisnis.

Sektor industri kreatif dan manufaktur juga menjadi fokus pengembangan sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional.

”Hal ini artinya kunjungan Bapak Presiden ke kedua negara Jepang dan Korea Selatan ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” kata Airlangga.

0 comments

    Leave a Reply