Indika Energy Bukukan Laba 20,2 Juta Dolar AS hingga Kuartal III-2026

IVOOX.id – PT Indika Energy Tbk (IDX: INDY) membukukan laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 20,2 juta dolar AS hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 0,5 juta dolar AS.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang belum diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026, Indika Energy mencatat pendapatan sebesar 1.842,3 juta dolar AS. Angka ini tumbuh 27,7 persen dibandingkan 1.443 juta dolar AS pada periode yang sama 2025.
Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh peningkatan kontribusi sejumlah lini bisnis, yakni Kideco Jaya Agung (Kideco), Tripatra, Interport Mandiri Utama (Interport), dan Indika Indonesia Resources (IIR).
Pendapatan Kideco meningkat 16,8 persen menjadi 1.345,6 juta dolar AS. Kinerja tersebut didukung kenaikan harga jual rata-rata sebesar 14 persen menjadi 56,3 dolar AS per ton serta peningkatan volume penjualan 2,2 persen menjadi 22,6 juta ton. Sebanyak 45,2 persen penjualan atau 10,2 juta ton diserap pasar domestik, sedangkan 54,8 persen lainnya ditujukan untuk pasar ekspor.
Sementara itu, pendapatan IIR tumbuh 94,7 persen menjadi 91,9 juta dolar AS. Volume perdagangan batubara meningkat 107,7 persen menjadi 966 ribu ton. IIR juga mencatat pendapatan 8,4 juta dolar AS dari perdagangan nonbatubara, terutama bauksit dari Mekko.
Pendapatan Tripatra naik 64,4 persen menjadi 289,7 juta dolar AS, terutama berkat kontribusi proyek APA Geng North sebesar 166,6 juta dolar AS. Adapun pendapatan Interport tumbuh 47,4 persen menjadi 137,2 juta dolar AS, ditopang bisnis perdagangan bahan bakar, Cotrans, dan penyimpanan bahan bakar KGTE.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor Indika Energy meningkat 44,6 persen menjadi 280,1 juta dolar AS. Margin laba kotor konsolidasian naik menjadi 15,2 persen dari 13,4 persen pada 9M25. Laba usaha juga tumbuh 92,6 persen menjadi 155,9 juta dolar AS, dengan margin meningkat menjadi 8,5 persen dari 5,6 persen.
Adjusted EBITDA Perseroan tercatat sebesar 212,9 juta dolar AS, naik 36,8 persen dibandingkan 155,6 juta dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Margin adjusted EBITDA meningkat menjadi 11,6 persen dari 10,8 persen.
Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand, mengatakan penguatan kinerja operasional menjadi pijakan bagi Perseroan untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru.
“Kinerja Perseroan hingga kuartal III-2026 menunjukkan penguatan operasional, tercermin dari pertumbuhan pendapatan, laba kotor, dan adjusted EBITDA. Capaian ini menjadi pijakan untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru, dengan hampir seluruh belanja modal diarahkan ke bisnis nonbatubara, terutama proyek Awak Mas. Bersamaan dengan itu, kami terus menjaga kinerja bisnis yang selama ini menopang Perseroan untuk mendukung transformasi dan pertumbuhan jangka panjang,” ujar Azis dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Sabtu (31/10/2026).
Hingga 30 September 2026, Indika Energy mengalokasikan 148,5 juta dolar AS atau 97,9 persen dari total belanja modal sebesar 151,7 juta dolar AS untuk bisnis nonbatubara. Sebagian besar dana tersebut, yakni 127,6 juta dolar AS, digunakan untuk pengembangan proyek Awak Mas.
Progres konstruksi Awak Mas telah mencapai 72,84 persen menuju penyelesaian tahap C2, dengan total biaya proyek yang telah dikeluarkan sebesar 397,5 juta dolar AS.
Perseroan juga memperkuat pendanaan proyek melalui penandatanganan fasilitas pembiayaan senilai 155 juta dolar AS dengan Bank DBS Indonesia pada 5 Agustus 2026. Fasilitas berjangka dua tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun tersebut direncanakan khusus untuk mendanai belanja modal Awak Mas.
Di sisi lain, Indika Energy terus mendorong elektrifikasi transportasi dan operasional pertambangan. Pada 21 Agustus 2026, sejumlah entitas anak menandatangani fasilitas pinjaman hingga Rp650 miliar dari PT Bank OCBC NISP Tbk untuk pembelian bus listrik dan modal kerja.
Kemudian, pada 5 September 2026, Energi Makmur Buana (invi) dan Kideco meluncurkan penerapan EV Mining di area tambang Kideco, Kalimantan Timur. Operasional tersebut mencakup 18 truk tambang listrik dan tiga stasiun penukaran baterai, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi melalui elektrifikasi area pertambangan.


0 comments