Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Membaik Satu Poin | IVoox Indonesia

April 6, 2026

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Membaik Satu Poin

Indeks-Persepsi-Korupsi-Indonesia-Membaik-Satu-Poin-doc.kpk-ivoox.id_

IVOOX.id, Jakarta – Pada rilis angka Corruption Perception Index (CPI) 2018 oleh Transparency International Indonesia perolehan angka Indonesia hanya meningkat satu poin yakni sebesar 38 dibandingkan dengan capaian angka tahun lalu sebesar 37. Jika dilihat secara trend perolehan skor Indonesia memang terlihat naik secara gradual sejak 2009 dengan skor 28.


“Skor CPI Indonesia untuk tahun 2018 sebesar 38 dari skala 0-100 dan berada di rangking 89 secara global,” tutur Manajer Riset TII Wawan Suyatmiko dalam paparannya di gedung KPK Jakarta, Selasa (29/1).


Skor Indonesia tersebut saat ini sama dengan Bosnia Hezegovina, Srilanka, dan Swaziland. Sedangkan untuk tingkatan di ASEAN Indonesia masih berada di bawah Malayia yang mendapatkan skor 47 di peringkat ketiga sedangkan peringkat pertama di duduki Singapura dengan skor 85 disusul Brunai Darusalam dengan skor 63.


Sedangkan untuk dibawah Indonesia terdapat Filipina dengan skor 36 yang juga mampu meningkatkan skornya dua poin dibandingkan dengan tahun lalu, selanjutnya terdapat Thailand dengan skor 36, Timor Leste skor 35 dan Vietnam skor 33, dimana ketiga negara tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.


Di sisi lain dari tingkatan Internasional, skor Indonesia masih di bawah angka rata-rata CPI internasional yang berada di rerata 43. Angka CPI di berbagai dunia mengalami stagnan karena setidaknya 60 persen negara dari 180 negara di dunia tidak mengalami perubahan skor CPI. Di dunia internasional, tiga terbesar adalah Denmark dengan skor 88, New Zaeland dengan skor 87 dan 4 negara di peringkat 3 yakni Singapura, Finlandia, Swedia, dan Switzerland dengan skor 85.


Wawan menjelaskan terdapat dua sumber data yang menyumbang kenaikan CPI Indonesia di 2018, yakni global insight country risk ratings dan political and economy risk consultancy. Sedangkan lima dari sembilan indeks mengalami stagnasi seperti world economic forum, political risk service, bertelsmann foundation transformation indeks, economist intellegence unit country ratings, world justice project-rule of law index. Sedangfkan dua sumber data mengalami penurunan yani IMD wold competitifnes yearbook dan varieties of democracy.


“Peningkatan terbesar dikontribusikkan oleh Global Insight Ratings dengan peningkatan sebesar 12 poin dari tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipivu oleh lahirnya sejumlah paket kebijakan kemudahan berusaha dan sektor perizinan yang ramah investasi. Sedangkan penurunan terbesar dikontribusikan pada IMD World Competitiveness dengan penurunan sebesar 3 poin. Penurunan tersebut dipicu semakin maraknya praktik korupsi dalam sistem politik di Indonesia khususnya dalam relasi pebisnis dan politisi,” pungkas Wawan.


Lebih lanjut secara trend 10 tahun dari tahun 2009 skor CPI Indonesia hanya sebesar 28 sedangkan pada 2018 skor Indonesia mendapatkan 38. Secara grafik perolehan skor Indonesia linear meningkat satu poin pertahun. (Adhi Teguh)

0 comments

    Leave a Reply