Indef Rekomendasikan Mitigasi Industri Antisipasi Dampak Pelemahan Rupiah | IVoox Indonesia

May 18, 2026

Indef Rekomendasikan Mitigasi Industri Antisipasi Dampak Pelemahan Rupiah

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti, Jakarta, Rabu (8/4/2026) (ANTARA/HO-INDEF)

IVOOX.id – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memberikan sejumlah rekomendasi mitigasi risiko bagi industri terhadap dampak pelemahan atau depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Adapun nilai tukar rupiah pada Senin, 18 Mei 2026, pagi bergerak melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS.

Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti mengatakan, rekomendasi pertama bagi industri dalam memitigasi risiko ini adalah dengan perusahaan memperkuat penggunaan instrumen lindung nilai (hedging) untuk melindungi arus kas dari fluktuasi kurs mata uang asing.

Esther menilai hal ini karena depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara signifikan dapat menekan industri manufaktur, terutama industri yang masih sangat bergantung pada bahan baku impor.

“Kondisi ini berimbas langsung pada pasar kerja melalui pembengkakan biaya produksi, kenaikan inflasi impor (imported inflation), ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), serta turunnya serapan tenaga kerja akibat terhambatnya ekspansi usaha,” kata dia, Senin (18/5/2026), dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, ia juga merekomendasikan perusahaan atau industri untuk mulai mencari dan bermitra dengan pemasok lokal sebagai alternatif bahan baku impor, meskipun upaya ini diakui memiliki tantangan tersendiri.

“Rekomendasi selanjutnya adalah efisiensi dan pengendalian biaya operasional. Pelaku usaha melakukan efisiensi (cost cutting) seperti merasionalisasi belanja modal (capex) dan mengoptimalkan modal kerja tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Esther.

Selain itu, ia juga menyarankan dunia industri dan usaha untuk mencoba bertransaksi dengan menggunakan mata uang lokal Local Currency Settlement (LCS) terhadap pembayaran perdagangan internasional.

“Semakin banyak perusahaan yang mencoba melakukan pembayaran perdagangan internasional dengan mekanisme Local Currency Settlement atau LCS untuk mengurangi dominasi dan ketergantungan terhadap dolar AS,” kata Esther.

0 comments

    Leave a Reply