Impor Indonesia Januari–April 2026 Tembus 86,51 Miliar Dolar AS, Naik 13,40 Persen

IVOOX.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor selama periode Januari–April 2026 mencapai 86.514,4 juta dolar AS. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini mengatakan, jumlah tersebut naik 10.224,5 juta dolar AS atau 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
"Peningkatan ini disebabkan oleh bertambahnya impor nonmigas US$8.291,0 juta atau 12,70 persen," kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Pudji impor migas juga naik 1.933,5 juta dolar AS atau 17,58 persen yang dipicu oleh bertambahnya impor minyak mentah senilai 565,5 juta dolar AS setara 19,76 persen dan hasil minyak senilai 1.368,0 juta dolar AS (16,81 persen).
Sementara pada April 2026, nilai impor naik 22,49 persen atau senilai 4.628,7 juta dolar AS dibandingkan April 2025 menjadi 25.213,7 juta dolar AS. Peningkatan ini disebabkan oleh bertambahnya impor migas 2.079,1 juta dolar AS (82,52 persen) dan nonmigas 2.549,6 juta dolar AS (14,11 persen).
Lebih lanjut, peningkatan impor migas disebabkan oleh bertambahnya impor minyak mentah 439,9 juta dolar AS (67,49 persen) dan hasil minyak 1.639,2 juta dolar AS (87,76 persen).
Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Januari–April 2026, golongan mesin/peralatan mekanis dan bagiannya mengalami peningkatan tertinggi senilai 1,93 miliar dolar AS (17,91 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara golongan logam mulia dan perhiasan/permata mengalami penurunan terbesar senilai 0,28 miliar dolar AS (9,58 persen).
Lebih lanjut ia merinci tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2026 adalah Tiongkok 30,79 miliar dolar AS (41,84 persen), Jepang 4,15 miliar dolar AS (5,64 persen), dan Australia 4,15 miliar dolar AS (5,64 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 11,16 miliar dolar AS (15,17 persen) dan Uni Eropa 4,48 miliar dolar AS (6,09 persen).
Selama Januari–April 2026, nilai impor seluruh golongan penggunaan barang meningkat dengan peningkatan terbesar pada golongan bahan baku/penolong yang naik 6,46 miliar dolar AS (11,67 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selanjutnya golongan barang modal naik 2,74 miliar dolar AS (19,02 persen) dan barang konsumsi naik 1,03 miliar dolar AS (15,68 persen).


0 comments