IBC Soroti Pentingnya Kepastian Kebijakan dan Tata Kelola Institusional Pasar Modal | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

IBC Soroti Pentingnya Kepastian Kebijakan dan Tata Kelola Institusional Pasar Modal

ihsg-ditutup-pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesiamelemah-2654541 (1)
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (27/10) ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke level 8.117,15. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU

IVOOX.id – Indonesian Business Council (IBC) memandang dinamika yang terjadi pada pasar modal Indonesia sebagai bagian dari proses institusional yang wajar, namun perlu dikelola secara prudent, predictable, serta berorientasi jangka menengah dan panjang agar kepercayaan investor dan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

IBC menegaskan bahwa pasar modal yang kredibel merupakan fondasi penting bagi pembiayaan investasi, pendalaman pasar keuangan atau financial deepening, serta peningkatan daya saing ekonomi nasional. Hal ini menjadi semakin krusial di tengah meningkatnya volatilitas global yang berpotensi memengaruhi arus modal dan sentimen investor terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.

Chief Operating Officer IBC, William Sabandar, menekankan bahwa kepercayaan investor sangat dipengaruhi oleh konsistensi kebijakan, kepastian hukum, serta kekuatan tata kelola institusi. Menurutnya, pasar pada dasarnya mampu menerima perubahan sepanjang dikelola dengan arah yang jelas dan proses yang transparan. “Pasar dapat menerima perubahan, selama perubahan tersebut dikelola dengan kejelasan arah, proses yang transparan, dan komitmen terhadap prinsip tata kelola yang baik. Policy credibility dan institutional continuity adalah faktor kunci bagi stabilitas pasar,” ujar William dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Sabtu (31/1/2026).

Sebagai bentuk kontribusi konstruktif dari dunia usaha, IBC menyampaikan sejumlah pandangan strategis untuk memperkuat kepercayaan pasar. IBC menilai stabilitas pasar yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kebijakan yang konsisten dan dapat diprediksi. Setiap inisiatif kebijakan pasar modal, termasuk rencana peningkatan free float, dinilai perlu disertai peta jalan yang jelas, tahapan implementasi yang realistis, serta komunikasi yang terbuka agar tidak memicu ketidakpastian.

IBC juga menyoroti pentingnya kepastian kepemimpinan institusional di lembaga-lembaga strategis pasar modal. Proses penunjukan pejabat pengganti dinilai perlu dilakukan secara tepat waktu, profesional, dan berbasis merit guna menjaga kesinambungan kebijakan serta menghindari kekosongan pengambilan keputusan yang dapat memengaruhi sentimen investor.

Selain itu, IBC menilai koordinasi kebijakan antarotoritas perlu terus diperkuat dengan tetap menghormati independensi masing-masing lembaga. Penguatan market surveillance berbasis data dan pendekatan pengawasan berbasis risiko dipandang penting untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan pasar. Penegakan regulasi juga dinilai harus dilakukan secara konsisten, proporsional, dan profesional, dengan dukungan kepastian mandat serta perlindungan hukum bagi aparat pengawas.

Dalam konteks perlindungan investor, IBC menegaskan bahwa kepastian due process of law, perlindungan hak milik, dan penghormatan terhadap kontrak merupakan fondasi utama bagi iklim investasi yang sehat. Stabilitas sistem keuangan, menurut IBC, merupakan kepentingan bersama yang hanya dapat dijaga melalui kolaborasi erat antara otoritas, pelaku pasar, dan dunia usaha.

“IBC berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan melalui dialog kebijakan yang konstruktif serta masukan berbasis riset dan perspektif dunia usaha, guna memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia dan meningkatkan daya tariknya bagi investor jangka panjang,” ujar Chief Economist IBC, Denni Purbasari.

0 comments

    Leave a Reply