I-League Pastikan Pertandingan Persija Lawan Persib Digelar di GBK

IVOOX.id – Direktur Utama I-League Ferry Paulus memastikan duel klasik Super League antara Persija dan Persib digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 15.30 WIB.
Ferry memastikan semua izin terkait dengan kesiapan duel klasik itu sudah diterbitkan oleh sejumlah pihak, termasuk dari polisi dan pengelola SUGBK.
"Kami tahu bahwa pertandingan ini sudah cukup lumayan lama tidak ada di Jakarta ya, beberapa kali karena padat dan kesibukannya kota Jakarta sehingga tidak digelar di Jakarta," ujar Ferry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis )10/9/2026), dikutip dari Antara.
"Pertandingan kali ini secara prinsip sebenarnya, secara lisan dan prinsip dari izin-izin juga sudah terbit," imbuhnya.
Duel Macan Kemayoran menghadapi Maung Bandung sudah lama tidak digelar di Jakarta. Terakhir terjadi di Jakarta pada 2019.
Semenjak itu, Persija lebih banyak menggelar pertandingan di tempat netral karena faktor keamanan.
Melihat rivalitas sengit yang ditunjukkan para pemain dan suporter kedua klub, Ferry menghimbau kedua belah pihak tidak melakukan kerusuhan yang berdampak saling merugikan keduanya.
"Oleh karena itu kami akan selalu bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk meminta kepada kepolisian jika ada penonton atau suporter yang sifatnya merugikan, baik itu anarkisme dan hal-hal yang negatif, bahkan sampai mengarah kepada kriminal, maka kita akan mendorong Polri untuk menangkapnya, menindaknya secara tegas," kata Ferry.
I-League dan PSSI menghimbau suporter Persib untuk tidak menonton pertandingan tandang ini secara langsung demi keamanan.
Paulus mengimbau penonton tertib menyaksikan laga klasik Super League antara Persija dan Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu pukul 15.30 WIB.
Ferry menegaskan aturan mengenai larangan suporter untuk tandang terutama tensi pertandingan yang tinggi.
"Yang pertama tentunya, kami sebagai liga sangat menginginkan Persija, Jakmania, suporter Persija ya, untuk bisa menjaga rumahnya dengan menjadi tuan rumah yang baik tentunya," kata Ferry.
"Dan tidak juga mengundang atau memprovokasi atau memberikan atensi-atensi yang lebih ya, terutama di dalam sosmed, sosial media. Jadi enggak ada tuh perang urat saraf, itu yang pertama," imbuhnya.
Ferry mengingatkan pendukung Persija untuk memberikan dukungan yang sehat dengan tidak melakukan provokasi atau melemparkan ujaran SARA.
Ferry mengapresiasi langkah Jakmania yang mengharuskan penggemar mengenakan jersei Persija sebagai simbol basis suporter Macan Kemayoran dalam laga klasik ini.
"Pihak keamanan juga sudah memberikan atensi dan menebalkan beberapa routing ya, bahkan saya dengar ada akan ada beberapa kegiatan-kegiatan untuk mengantisipasi kegiatan tersebut," kata Ferry.
Dia mengatakan pihak liga telah mengundang PSSI karena laga ini memang menjadi perhatian dan atensi penting sebagai langkah preventif guna menghindari kerusuhan.
Sekjen PSSI Ajak Suporter Persija vs Persib Jaga Perdamaian
Menjelang laga rivalitas klasik antara Persija Jakarta dengan Persib Bandung, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengajak suporter kedua tim untuk saling menjaga perdamaian.
"Tadi pagi saya komunikasi dengan Kang Haji Umuh (Muchtar) dari Persib. Kami juga bersepakat karena suatu hal dan kekhawatiran akan ditunggangi, akhirnya juga bersepakat bahwa kami tetap melarang kawan-kawan suporter Persib Bandung untuk datang ke Persija Jakarta atau ke GBK," kata Yunus Nusi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/9/2026), dikutip dari Antara.
Yunus Nusi mengatakan laga kali ini merupakan laga yang akan diawasi oleh FIFA maupun dunia internasional, oleh sebab itu para suporter dihimbau untuk tidak berbuat anarkis mengingat akan ada efek jera nantinya yang diperoleh untuk sepak bola Indonesia apabila terdapat pelanggaran yang terjadi.
"Kekhawatiran ini bagi PSSI dan keinginan untuk tidak datang ke Stadion GBK sangat penting karena kami baru masuk ke pertandingan kedua atau minggu kedua untuk penyelenggaraan kompetisi I-League 2026/2027," ungkap Yunus Nusi.
"Kita tidak mau di liga kedua ini tercederai kemudian yang akan mengakibatkan pertandingan-pertandingan di waktu-waktu yang akan datang juga akhirnya menjadi halangan dan rintangan untuk selanjutnya," imbuhnya.
Pertandingan ini akan menjadi sangat spesial untuk Macan Kemayoran yang untuk pertama kalinya sejak tahun 2019 akan menjamu sang rival abadi di Jakarta.
Sebelumnya klub yang berdiri pada 1928 ini lebih banyak menjamu Maung Bandung di tempat netral yakni di luar Jakarta karena faktor keamanan.
Dalam lima pertemuan terakhir kedua tim di semua kompetisi, Maung Bandung secara statistik jauh lebih unggul dengan mengamankan total empat kemenangan dan hanya sekali seri.


0 comments