Hotspot Karhutla Turun Jadi 688 Titik, Kalteng Masih Tertinggi

IVOOX.id – Kementerian Kehutanan mencatat secara nasional terdeteksi 688 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence hingga Senin, 21 September 2026, pukul 21.10 WIB. Jumlah tersebut dinilai turun signifikan dibandingkan pada Minggu, 20 September 2026, yang tercatat sebanyak 1.532 titik.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, di tengah perkembangan tersebut, Kementerian Kehutanan bersama BNPB tetap memperkuat operasi pengendalian di Kalimantan Tengah, termasuk melalui evaluasi langsung di Camp Peat Tumbang Nusa dan penguatan penegakan hukum terhadap pemegang konsesi yang dinilai melanggar kewajiban pengendalian karhutla.
Ia merinci pada enam provinsi prioritas, hotspot high confidence tercatat di Kalimantan Tengah 228 titik, turun dari 968 titik; Kalimantan Selatan 71 titik, meningkat dari 39 titik; Kalimantan Barat 36 titik, turun dari 98 titik; Sumatera Selatan: 23 titik, turun dari 285 titik; Jambi 2 titik, turun dari 26 titik; dan Riau 0 titik, turun dari 1 titik.
"Secara keseluruhan, hotspot high confidence pada enam provinsi prioritas turun dari 1.417 menjadi 360 titik, atau berkurang sekitar 74,6 persen dalam satu hari," katanya dalam siaran pers Selasa (22/9/2026).
Penurunan paling besar secara jumlah terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Meski demikian, Kalimantan Tengah masih mencatat hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas, sementara Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya dari enam provinsi tersebut yang menunjukkan peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan satu kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar. Setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck dan kondisi aktual di lapangan.
Ia menegaskan bahwa seluruh potensi akan dimaksimalkan untuk mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat, termasuk pemanfaatan potensi awan, operasi udara, dan penguatan pasukan darat.
Pemerintah tetap mengerahkan 64 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di Sumatera dan Kalimantan.


0 comments