Heli Water Bombing Dikerahkan untuk Padamkan Karhutla Gunung Ciremai | IVoox Indonesia

Heli Water Bombing Dikerahkan untuk Padamkan Karhutla Gunung Ciremai

Titik yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Ciremai
Titik yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). ANTARA/HO-Pemkab Kuningan.

IVOOX.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan heli water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan. Setelah 2 hari penanganan intensif, kebakaran dinyatakan relarif selesai dipadamkan.

“Hari ini heli sudah pakai water bombing sudah turun. Tadi saya keliling naik heli memastikan titik-titik prioritas. Dan itu sudah menurun,” ujar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM dalam siaran pers yang diterima ivoox.id Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan udara, luas area yang terbakar di TNGC tercatat 30 hektare. Menurut KDM setelah ditangani selama dua hari tersisa 20 persen titik api yang perlu dipadamkan.

“Yang terbakar 30 hektar. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20 persen lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan,” katanya.

Untuk memastikan api tidak meluas, Pemprov Jabar mengerahkan helikopter bantuan dari Kemhan, Mabes TNI, Angkatan Udara, dan BNPB untuk melakukan water bombing di titik-titik sulit dijangkau.

“Jadi kita kerja bareng untuk menyelesaikan Ciremai dengan cepat. Dan berhasil, waktunya cuma dua hari selesai,” katanya.

KDM menjelaskan, medan Gunung Ciremai berbeda dengan karhutla di Kalimantan. Jika di Kalimantan api merambat ke samping, di Ciremai apinya merambat ke atas dan sumber air pun terbatas. Oleh karena itu, Pemprov menerapkan strategi menyekat dengan memfungsikan kembali kanal alami di hutan.

“Ternyata hutan itu secara alaminya ada sungai yang menjadi kanal. Kanal itu sudah ada. Hari ini ada 500 orang yang saya gerakkan untuk memfungsikan kembali kanal. Diangkatin sampah-sampahnya sehingga nanti kalau ada air turun akan menutupi aliran kanal sehingga kalau ada kebakaran nggak bisa nyebrang,” ujar KDM.

Lebih lanjut ia mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar menjelang musim tanam November.

“Ya mungkin ada yang bakar ilalang. Karena umum menjelang November. Kan orang biasa, petani suka nanam. Jadi nanti tidak boleh lagi,” imbaunya.

0 comments

    Leave a Reply