Hari Danau Sedunia 2026: Jaga Danau, Jaga Air Dan Penghidupan Warga

IVOOX.id, Jakarta - Menyambut Hari Danau Sedunia yang diperingati setiap 27 Agustus, perlindungan danau perlu memberi hasil langsung bagi masyarakat: menjaga ketersediaan air, mengurangi risiko banjir, dan menopang penghidupan. Peringatan tahun 2026 mengusung tema "Healthy Lakes, Saving Generation", menegaskan bahwa danau sehat adalah investasi untuk generasi mendatang.
Penetapan Hari Danau Sedunia melalui Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa 79/142 pada 12 Desember 2024 turut didorong Indonesia. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), lebih dari 2.000 danau di Indonesia menampung sedikitnya 500 kilometer kubik air, setara sekitar 72 persen air permukaan nasional.
Danau menopang ketersediaan air tawar, pangan, keanekaragaman hayati, budaya, pariwisata, dan ekonomi lokal. Bagi layanan dasar, danau juga dapat menjadi mata rantai awal pasokan air minum. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat danau menyimpan sekitar 90 persen air tawar permukaan yang tidak membeku. Di Indonesia, air danau dapat dimanfaatkan sebagai air baku bagi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), lalu diolah melalui instalasi pengolahan air hingga memenuhi standar sebelum disalurkan kepada masyarakat. Perlindungan daerah tangkapan air, sempadan, dan kualitas air menentukan kontinuitas pasokan; pencemaran, eutrofikasi, serta sedimentasi dapat menurunkan mutu air baku, menambah beban pengolahan, dan mengganggu layanan bagi rumah tangga.
Pemerintah telah menetapkan 15 Danau Prioritas Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, "Saya ingin semua danau memiliki rencana aksi yang konkret, berbasis data, dan dirancang bersama masyarakat." Rencana yang disusun bersama warga diperlukan agar pemulihan tidak berhenti pada pembersihan, tetapi turut menjaga daerah tangkapan air, sempadan, dan kualitas air.
Manfaat nyata terlihat di Danau Bakuok, Desa Aur Sati, Kabupaten Kampar, Riau. Revitalisasi Kementerian Pekerjaan Umum melalui pengerukan, pembersihan gulma, penguatan tebing, dan penataan kawasan meningkatkan luas genangan dari sekitar 7 menjadi 21 hektare. Danau kini berfungsi sebagai tampungan air dan pengendali banjir, sekaligus ruang rekreasi yang membuka peluang bagi UMKM dan usaha warga.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, "Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata." Danau Bakuok menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem dapat sekaligus memperkuat pengendalian banjir, ruang publik, dan ekonomi lokal.
Di Danau Maninjau, Sumatera Barat, kajian zona pelestarian pada April 2026 melibatkan pemerintah bersama camat, wali nagari, kerapatan adat nagari, ninik mamak, dan tokoh masyarakat. Pelibatan tersebut membawa pengetahuan lokal mengenai pemanfaatan ruang, sumber pencemaran, dan kebutuhan penghidupan ke dalam keputusan perlindungan danau.
Di Bali, revitalisasi Danau Batur masuk dalam program pengelolaan sumber daya air. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw mengingatkan, "Mohon amankan atau selamatkan sempadan-sempadan kita, baik itu sempadan danau, sungai, dan pantai." Perlindungan sempadan, menurutnya, berkaitan langsung dengan kualitas dan cadangan air di Bali.
Melalui Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 2026, KLH/BPLH mendorong pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan media membersihkan badan air dan sempadan, menanam di daerah tangkapan air, memperluas edukasi, serta memperkuat regulasi dan kelembagaan masyarakat peduli danau. Warga dapat berperan dengan tidak membuang limbah ke perairan, menjaga vegetasi tepi danau, dan melaporkan perubahan kualitas air.
Hari Danau Sedunia menegaskan bahwa danau bukan sekadar pemandangan, melainkan sumber air baku bagi pasokan air minum, penyangga banjir, habitat, ruang budaya, dan tempat bekerja. Dengan kebijakan berbasis data, infrastruktur yang tepat, penegakan aturan, dan partisipasi warga, danau Indonesia dapat terus mendukung kemandirian air dan kesejahteraan masyarakat. Menjaga danau hari ini berarti menjaga penghidupan dan masa depan generasi Indonesia.


0 comments