Gunung Anak Krakatau Level Siaga, ASDP Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal

IVOOX.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan lintasan Merak–Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal di tengah peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini berstatus Level III atau Siaga.
ASDP terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan laporan teknis terbaru, erupsi menerus masih terjadi dengan potensi bahaya berupa aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar.
Meski demikian, kondisi tersebut hingga saat ini belum mengganggu operasional penyeberangan di Selat Sunda. Cabang Merak dan Cabang Bakauheni tetap melayani pengguna jasa dengan memperhatikan perkembangan cuaca, kondisi perairan, serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan, kedua cabang ASDP melakukan pemantauan kondisi lapangan secara intensif. Koordinasi juga terus dilakukan dengan berbagai instansi terkait untuk mendapatkan informasi terbaru dari otoritas berwenang.
ASDP mengimbau masyarakat yang akan menggunakan layanan penyeberangan Merak–Bakauheni agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi mengenai kondisi operasional. Pengguna jasa juga diminta memperhatikan arahan petugas di lapangan serta mengikuti ketentuan keselamatan yang berlaku.
Informasi mengenai layanan penyeberangan, perkembangan operasional, maupun bantuan perjalanan dapat diperoleh melalui Contact Center ASDP 191.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten juga meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda.
Berdasarkan Pengumuman Nomor PG-KSOP.Btn 14 Tahun 2026, seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, maupun gangguan terhadap keselamatan navigasi.
Nakhoda diwajibkan terus memantau informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterbitkan PVMBG, BMKG, BPBD, dan instansi pemerintah terkait. Selain itu, kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III masih berlaku.
Dalam perencanaan pelayaran, nakhoda juga diminta memperhatikan kondisi cuaca, arah sebaran abu vulkanik, serta informasi keselamatan pelayaran dari instansi berwenang.
Jika ditemukan indikasi bahaya yang berpotensi mengganggu keselamatan, nakhoda harus segera melakukan tindakan penghindaran dan melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, syahbandar terdekat, atau instansi terkait.
“Adapun saat ini layanan penyeberangan pada lintasan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan keselamatan pelayaran. Sementara pelayaran dibatasi dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif selama status Level III (Siaga),” kata Raden Yogie Nugraha, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten dalam siaran pers, Minggu (6/9/2026).
Ditjen Perhubungan Laut melalui KSOP Kelas I Banten dan KSOP Kelas IV Bakauheni terus melakukan koordinasi serta pemantauan kondisi pelayaran di Selat Sunda. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayaran tetap terjaga.
ASDP juga memastikan evaluasi terhadap kondisi Gunung Anak Krakatau dilakukan secara berkala. Apabila terjadi perubahan yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran atau kelancaran layanan, penyesuaian operasional akan dilakukan berdasarkan rekomendasi dan arahan instansi berwenang.


0 comments