Ginting Menembus Delapan Besar Korea Open 2026

IVOOX.id – Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting memetik pelajaran dari kegagalannya mempertahankan keunggulan pada turnamen sebelumnya di Malaysia untuk memastikan tempat di perempat final Korea Open 2026. Ginting mengalahkan wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus dua gim langsung 21-15, 21-16 pada babak 16 besar di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, Kamis, 5 November 2026.
"Tadi saat match point kehilangan beberapa poin, pasti ada kepikiran kejadian di Malaysia Super 100 baru-baru ini. Saya sudah unggul jauh tapi terkejar dan kebalik," kata Ginting dalam keterangan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) setelah pertandingan, dikutip dari Antara.
Pengalaman tersebut sempat membayangi Ginting ketika keunggulannya pada gim kedua terpangkas setelah mencapai poin penentu kemenangan (match point) dalam kedudukan 20-13.
Angus merebut tiga poin beruntun, tetapi Ginting tetap mempertahankan strategi permainan hingga memastikan kemenangan.
"Tadi saya coba tidak panik, tidak apa-apa buang 2-3 poin tapi tetap stick ke strategi awalnya. Jangan karena hal itu malah berubah," ujar Ginting.
Kemenangan itu membawa Ginting kembali ke babak delapan besar turnamen BWF World Tour Super 500.
Meski demikian, Ginting mengaku lebih mengutamakan evaluasi penampilan daripada memikirkan hasil pertandingan.
"Bersyukur dan senang bisa kembali ke delapan besar Super 500. Memang sebenarnya tidak terlalu memikirkan hasil tapi lebih ke evaluasi beberapa turnamen belakangan," katanya.
Ginting menjadikan pembenahan pola pikir, daya juang, dan kedisiplinan menjalankan strategi sebagai fokus untuk mengembalikan konsistensi permainannya.
Ia juga berusaha tidak terbebani status sebagai satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putra yang masih bertahan dalam turnamen tersebut.
"Tidak ada kepikiran tinggal saya tunggal putra Indonesia di sini, tak mau juga terlalu banyak yang dipikirkan jadi fokus ke diri sendiri dulu," ujar Ginting.
Pada perempat final, Jumat, 6 November 2026, Ginting dijadwalkan menghadapi wakil Hong Kong Jason Gunawan yang melaju setelah mengalahkan Lee Chia Hao dari Taiwan dengan skor 19-21, 21-13, 21-11.
Sebelumnya, tunggal putri Indonesia Thalita Ramadhani Wiryawan memastikan tiket babak 16 besar Korea Open 2026 setelah menundukkan wakil Malaysia Wong Ling Ching melalui pertarungan tiga gim 21-17, 21-23, 22-20 di Yeosu, Korea Selatan, Rabu, 4 November 2026.
Thalita nyaris tersingkir ketika tertinggal 18-20 pada gim penentuan. Namun, pebulu tangkis muda Indonesia itu berhasil merebut empat poin beruntun untuk membalikkan keadaan sekaligus mengamankan kemenangan dramatis.
"Di gim ketiga terjadi lagi malah lawan sempat match point tapi pelatih mengingatkan belum selesai jadi saya terus coba, saya lebih sabar dan akhirnya bisa meraih empat poin beruntun," kata Thalita dalam keterangan resmi PBSI, Rabu (4/11/2026), dikutip dari Antara.
Kemenangan tersebut sekaligus menebus kegagalan Thalita pada gim kedua ketika ia menyia-nyiakan keunggulan 20-18 hingga akhirnya harus menyerah 21-23.
Thalita mengakui kesalahan dalam menjaga keunggulan menjadi persoalan yang membuatnya beberapa kali kehilangan momentum sepanjang pertandingan. Menurut dia, kecenderungan menurunkan tempo permainan ketika memimpin membuat lawan mendapat kesempatan untuk bangkit dan mengambil alih kendali pertandingan.
"Kesalahan saya adalah ketika unggul sering kali menurunkan tempo, banyak mengangkat bola dan jadi kecolongan terus lalu banyak mati sendiri," ujar Thalita.
Meski harus melewati pertandingan ketat hingga gim penentuan, Thalita bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera.
Kemenangan atas Wong membawa Thalita berhadapan dengan wakil Merah Putih lainnya Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi yang melaju seusai mengalahkan wakil Taiwan Chiu Pin-Chian dengan skor 17-21, 21-13, 21-16.

Ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida (kanan)/Rinjani Kwinnara Nastine (kiri) bertanding melawan pasangan Jepang Rui Hirokami/Sayaka Hobara pada babak 16 besar Korea Open 2026 di Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026), yang berakhir dengan kekalahan 15-21, 21-17, 15-21. ANTARA/HO-PBSI
Wakil Indonesia yang Tersingkir di Korea Open
Ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine dikalahkan pasangan Jepang Rui Hirokami/Sayaka Hobara melalui pertandingan tiga gim 15-21, 21-17, 15-21 pada babak 16 besar di Yeosu, Korea Selatan, Kamis, 5 November 2026.
"Setelah interval gim ketiga kami tidak sadar polanya melambat, tidak secepat di gim kedua atau awal gim ketiga. Poinnya sempat kejar-kejaran tapi ketika tersusul hawa kami makin turun, permainannya juga," kata Isyana dalam keterangan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) setelah pertandingan, dikutip dari Antara.
Isyana menilai perubahan tempo permainan membuat mereka gagal mempertahankan momentum setelah merebut gim kedua. Menurut dia, pertandingan tersebut menjadi pelajaran untuk lebih cepat membaca situasi dan mengubah strategi ketika lawan mulai mengejar perolehan poin.
"Hari ini kami belajar saat tersusul 2-3 poin harus cepat-cepat mengubah pola atau berpikir bagaimana caranya untuk bisa balikin lagi," ujar Isyana.
Sementara itu, Rinjani menilai permainan mereka menunjukkan perkembangan, terutama dalam menerapkan hasil latihan saat bertanding.
"Alhamdulillah hari ini permainannya cukup baik. Kami cukup senang bisa bermain seperti sekarang. Sebenarnya semenjak di Kudus apa yang kami latih itu sudah keluar di pertandingan, ke depan semoga kami bisa terus lebih baik," kata Rinjani, dikutip dari Antara.
Rinjani juga menganggap kesempatan menghadapi pasangan unggulan Jepang pada turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas permainan.
"Tampil di sini pun jadi pengalaman terbaik buat kami," ujarnya.
Nasib serupa juga dialami tunggal putra Indonesia Alwi Farhan yang langkahnya terhenti pada babak 16 besar BWF World Tour Super 500 Korea Open 2026 di Yeosu, Korea Selatan, Kamis, 5 November 20256. Unggulan keempat itu harus mengakui keunggulan wakil Taiwan Wang Po-Wei melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-17, 23-25, 15-21.
"Catatan utamanya adalah latihan cardio dan maintain badannya masih kurang, ini yang harus saya kejar lagi untuk turnamen pekan depan di Kumamoto," kata Alwi dalam keterangan resmi PBSI setelah laga, dikutip dari Antara.
Alwi mengungkapkan persiapan yang kurang maksimal turut memengaruhi penampilannya. Meski berhasil merebut gim pertama, ia kesulitan mengembangkan permainan untuk meredam serangan lawan pada dua gim berikutnya.
Menurut Alwi, keterbatasan variasi serangan membuatnya tidak memiliki banyak pilihan untuk mengatasi permainan agresif Wang, terutama melalui smes keras yang sulit diantisipasi.
"Saya coba memanfaatkan dan memaksimalkan apa yang saya punya dan hari ini terasa saya tidak punya banyak opsi senjata melawan Wang Po-Wei," ujar Alwi.
Kendati kecewa dengan hasil tersebut, Alwi tetap mengapresiasi perjuangannya sendiri karena telah berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik di tengah persiapan yang belum ideal.
"Pastinya tidak cukup puas tapi tetap bangga dan bersyukur sudah mencoba apapun caranya walau saya rasa persiapan yang dibawa ke sini tidak begitu maksimal," katanya.
Tunggal putra Indonesia Moh Zaki Ubaidillah atau kerap disapa Ubed terhenti di babak pertama Korea Open 2026. Pada pertandingan yang berlangsung di Jinnan Gymnasium, Yeossu, Korea Selatan, Rabu, 4 November 2026, Ubed mengakui ketangguhan tunggal Jepang Yushi Tanaka dua gim langsung 13-21, 17-21.
"Masih ada Kumamoto Masters minggu depan jadi beberapa hari ini akan mencoba recovery yang lebih maksimal, persiapan lagi dan semoga bisa lebih baik nanti," ungkap Ubed dalam keterangan PBSI, Rabu (4/11/2026), dikutip dari Antara.
Laga tersebut merupakan pertemuan kedua bagi Ubed menghadapi Tanaka.
Dalam pertemuan pertama di babak 16 besar Orleans Masters 2026 pada 19 Maret , Ubed juga harus mengakui ketangguhan Tanaka dua gim langsung.
Menurut Ubed, permainannya masih belum begitu baik dalam mengantisipasi pola serangan yang dilancarkan oleh tunggal peringkat 17 dunia tersebut.
Pemain ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Rinjani Kwinnara Nastine harus mengakui keunggulan pasangan unggulan keempat asal Jepang Yuta Watanabe/Maya Taguchi setelah kalah dua gim langsung 17-21, 12-21 pada babak 32 besar di Jinnam Stadium, Yeosu, Korea Selatan, Rabu, 4 November 2026.
"Senang bisa kembali bertanding tapi rasanya sangat berbeda, dari awal saya merasakan ada tegang dan gugup. Sesuatu yang wajar rasanya setelah sekian lama tidak ikut turnamen. Cukup senang tapi hasilnya memang belum bagus," kata Jafar dalam keterangan resmi PBSI, Rabu (4/11/2026), dikutip dari Antara.
Meski belum mampu meraih kemenangan, Jafar menilai kesempatan kembali bertanding menjadi pengalaman berharga untuk membangun kepercayaan diri dan mengembalikan ritme permainan di tengah persaingan internasional. Terlebih, ia langsung berhadapan dengan Watanabe yang selama ini menjadi salah satu pemain idolanya di sektor ganda campuran.
"Bertemu Yuta yang merupakan salah satu idola saya juga sebuah pengalaman berharga. Dia bisa membawa partnernya dari bawah sampai ke level setinggi ini sekarang. Saya juga ingin seperti itu ke depannya," ujar Jafar.
Sementara itu, Rinjani menilai penampilan mereka dalam pertandingan tersebut sudah cukup baik meski masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama dari sisi teknik permainan.
"Di pertandingan pertama kami merasa cukup lumayan bermain baik tadi. Tapi memang masih banyak yang harus dipelajari lagi, harus banyak dilatih lagi dari sisi tekniknya," kata Rinjani, dikutip dari Antara.


0 comments