Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Kupang, BMKG: Dipicu Aktivitas Subduksi | IVoox Indonesia

July 27, 2026

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Kupang, BMKG: Dipicu Aktivitas Subduksi

Pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kupang saat gempa
Pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kupang, panik dan berhamburan keluar saat terjadi gempa, Minggu (26/7/2026). ANTARA/Kornelis Kaha

 IVOOX.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 26 Juli 2026, pukul 18.57 Wita merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

 Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama menjelaskan, gempa yang terjadi itu episenternya berada di darat, sekitar 18 kilometer timur laut Kupang, pada koordinat 10,16 derajat Lintang Selatan dan 123,77 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 44 kilometer.

"Hasil analisis menunjukkan gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi. Mekanisme sumber gempa berupa sesar naik (thrust fault)," kata Arief di Kupang, Minggu (27/7/2026), dikutip dari Antara.

BMKG memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa mencapai skala V MMI di Sulamu, Fatuleu Barat, Kupang Timur, dan Kota Oelamasi.

Pada tingkat ini getaran dirasakan hampir seluruh penduduk, sejumlah barang dapat terjatuh atau bergeser.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Kota Kupang, So'e Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Ba'a Kabupaten Rote Ndao.

Getaran pada skala ini dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan sebagian warga dilaporkan berhamburan keluar bangunan.

Hingga pukul 19.24 Wita BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa serta terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal komunikasi resminya.

Saat gempa terjadi di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kupang, warga berhamburan keluar akibat panik. Beberapa warga yang sedang menikmati makan malam terpaksa menghentikan aktivitasnya dan keluar.

"Gempanya dua kali. Pertama terasa kecil tetapi kedua kali lebih besar goncangannya," kata Lia, salah satu pengunjung pusat perbelanjaan itu, dikutip dari Antara.

0 comments

    Leave a Reply