Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Buol, BPBD Minta Warga Tetap Tenang

IVOOX.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah mengimbau warga setempat tetap tenang setelah gempa magnitudo 5,1 mengguncang kabupaten itu, Minggu, 12 Juli 2026.
"Waspada tetap, namun jangan panik," kata Kepala BPBD Buol Moh Khacfy Mardjuni melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Minggu (12/7/2026), dikutip dari Antara.
Ia mengemukakan hingga Pukul 22.40 Wita, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor, guna memastikan kondisi pascagempa tetap kondusif.
BPBD juga telah mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) melakukan kaji cepat, berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, untuk mengetahui tingkat kerusakan dampak guncangan gempa.
"Kami meminta para Kepala Desa membantu proses pendataan bila ada kerusakan terjadi di wilayah masing-masing," ujarnya.
Data sementara dihimpun pemerintah setempat sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan yakni Kantor Mall Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan pasien di RSUD Buol, kemudian Kantor Inspektorat, termasuk rumah warga di Kelurahan Kali.
Sementara, BPBD Sulawesi Tengah melaporkan warga mengungsi ke wilayah dataran tinggi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Kabupaten Buol.
“Saat ini warga mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi akibat kepanikan setelah gempa terjadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto dalam laporannya di Palu, Minggu (12/7/2026), dikutip dari Antara.
Ia mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah sedang melakukan asesmen di lapangan.
Sementara itu, jumlah warga terdampak, pengungsi, korban, maupun kebutuhan mendesak hingga saat ini masih dalam pendataan.
Ia mengatakan, selain menyebabkan kepanikan warga yang memilih mengungsi ke daerah lebih tinggi, padamnya aliran listrik juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah pascagempa.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto melaporkan gempa mengguncang Buol terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 21.05 WIB dengan kedalaman 21 kilometer.
"Hasil pemodelan menunjukkan gempa yang terjadi merupakan kategori dangkal dan tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto, dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan episenter gempa berada pada koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 37 kilometer timur laut Buol.
Berdasarkan hasil analisis BMKG gempa tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng, sementara mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan naik geser (oblique-thrust).
Menurut peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan pada skala intensitas IV MMI di wilayah Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol.
"Pada intensitas tersebut getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, serta dapat menyebabkan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi," tutur Wijayanto.


0 comments