Gapasdap Dorong Pembangunan Dermaga Baru Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk | IVoox Indonesia

29 Maret 2026

Gapasdap Dorong Pembangunan Dermaga Baru Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo

IVOOX.id – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah atau membangun tiga dermaga baru di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) untuk meningkatkan layanan.

Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menyampaikan bahwa penambahan atau membangun tiga dermaga baru di dua sisi (Ketapang dan Gilimanuk) penting untuk optimalisasi pengoperasian 56 unit kapal di penyeberangan Selat Bali itu.

"Jika ditambah tiga dermaga, kami menjamin tidak akan terjadi antrean panjang sampai dengan 40 kilometer seperti yang terjadi pada arus mudik H-5 Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk," kata dia di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026), dikutip dari Antara.

Khoiri mengaku telah menyampaikan kepada Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana, mengenai pentingnya pembangunan dermaga baru di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

"Kemarin kami menyampaikan langsung kepada Bapak Wakil Menteri Perhubungan saat berkunjung ke ASDP Cabang Ketapang, dan direspons baik," tutur dia.

Menurut dia, di penyeberangan lintasan Ketapang-Gilimanuk sejauh ini tidak pernah kekurangan kapal feri, dan bahkan kelebihan kapal.

"Sejatinya di lintasan Ketapang-Gilimanuk ini tidak pernah terjadi kekurangan kapal, yang ada kelebihan kapal. Idealnya di sini dengan fasilitas dermaga yang untuk 28 unit kapal saja, sedangkan kapal kami yang ada di sini 56 unit," kata Khoiri.

Dia menyampaikan bahwa moda transportasi penyeberangan merupakan moda transportasi yang sangat vital, dan terbukti pejabat dan bahkan Wamenhub terus mengawal arus mudik/balik Lebaran di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk maupun di tempat lainnya.

"Moda transportasi penyeberangan ini betul-betul punya fungsi angkutan massal dan fungsi infrastruktur yang tidak tergantikan, dan apabila sedikit ada keterlambatan dan kekeliruan dalam manajemen, maka antrean seketika bisa mencapai 40 kilometer seperti yang terjadi saat arus mudik sebelum Hari Raya Nyepi dan Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk," kata Khoiri.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano mengungkapkan pada tahun ini ASDP akan mengupayakan peningkatan fasilitas dan sarana prasarana, termasuk pula akan menambah dermaga di sisi Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk.

"Kami juga akan melakukan penataan kembali pelabuhan, baik di Ketapang maupun di Gilimanuk, sehingga ke depan semakin lancar," kata Yossianis, dikutip dari Antara.

Yossi mengajak operator kapal lainnya (swasta) juga mengganti armadanya yang lebih besar dari yang ada saat ini dan beroperasi di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Menurut dia, puluhan kapal feri yang beroperasi di Selat Bali saat ini rata-rata berkapasitas kecil, sehingga daya tampung atau daya angkut tidak maksimal.

"Karena pertumbuhan penduduk terus tinggi, dan ini harus pula diiringi dengan menyediakan kapal-kapal berukuran besar," kata dia.

0 comments

    Leave a Reply