Gagal di AFC Challenge League, Dewa United Fokus Lawan Persija Jakarta | IVoox Indonesia

17 Maret 2026

Gagal di AFC Challenge League, Dewa United Fokus Lawan Persija Jakarta

Pesepak bola Dewa United Banten Wahyu Prasetyo
Pesepak bola Dewa United Banten Wahyu Prasetyo (kedua kiri) menyundul bola ke gawang Manila Digger FC pada laga perempat final leg kedua AFC Challenge League di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (12/3/2026). Pertandingan tersebut berakhir imbang dengan skor 2-2. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/wsj.

IVOOX.id – Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink menganggap pertandingan BRI Super League antara timnya melawan Persija Jakarta di Jakarta International Stadium, Jakarta, pada Minggu, 15 Maret 2026, akan sangat menarik untuk dimainkan.

“Kami harus mengatasi kekecewaan akibat tersingkir (dari AFC Challenge League) di pertandingan pekan lalu, dan menurut saya Persija setidaknya akan menjadi pertandingan yang menarik untuk dimainkan. Maka itulah persiapannya,” kata Jan pada jumpa pers daring, Sabtu (14/3/2026), dikutip dari Antara.

Dewa United belakangan kerap mendapatkan hasil buruk. Pada pertandingan terakhirnya di Super League, Banten Warriors dipecundangi 0-2 oleh tamunya Bhayangkara FC pada Minggu, 1 Maret 2026, hal itu kemudian diteruskan dengan tersingkir dari AFC Challenge League pada Kamis, 12 Maret 2026, setelah bermain imbang 2-2 dengan Manila Digger sehingga kalah agregat 2-3.

Rentetan hasil buruk itu mestinya berpengaruh terhadap mental para pemain Dewa United. Namun Jan mengingatkan bahwa kekecewaan merupakan hal yang biasa dalam olahraga.

“Di olahraga, Anda akan selalu berurusan dengan kekecewaan. Namun itulah yang selalu Anda bangun sebagai tim, dan itu bukan dari pertandingan ke pertandingan lainnya, namun itu adalah proses secara keseluruhan. Dan menurut saya dasar itu cukup kuat bagi kami untuk mempersiapkan diri menuju pertandingan berikutnya,” tutur pelatih asal Belanda itu.

Menghadapi Persija yang masih bersaing di papan atas klasemen sementara Super League, Jan menilai klub berjuluk Macan Kemayoran itu memiliki kedalaman skuad yang cukup meski masih memiliki beberapa kelemahan.

“Menurut saya Persija memiliki lebih dari dua pemain kunci yang absen, maka mereka akan menggantinya. Dan menurut saya, mereka memiliki tim yang dinamis dengan beberapa kelemahan, maka kami harus mengambil keuntungan dari kesempatan yang mereka berikan,” ucap Jan Olde.

“Tentunya kami harus mencetak gol lebih banyak daripada mereka,” katanya.

Dewa United saat ini menghuni posisi kesembilan di klasemen sementara Super League 2025/2026, dengan koleksi 33 poin dari 24 pertandingan. Sedangkan Persija berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 51 poin.

Kecewa Dewa United Gagal ke Semifinal AFC Challenge League

Sebelumnya, pelatih Dewa United Banten FC Jan Olde Riekerink mengungkapkan kekecewaan karena timnya gagal ke semifinal AFC Challenge League setelah kalah agregat 2-3 dari tim Filipina, Manila Digger, dalam perempatfinal.

Mengutip Antara, Dewa kalah 0-1 pada leg pertama, lalu seri 2-2 pada leg kedua di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Kamis, 12 Maret 2026.

Pa Ousman Gai dan Modou Joof membawa tim tamu memimpin lebih dulu, sebelum dua gol Damion Lowe membawa menyamakan kedudukan.

“Enam hari lalu kami memainkan laga di Manila dan dari pertandingan itu kami bisa melakukan analisis dengan cukup baik," kata Jan Olde dalam laman I.League pada Jumat (13/3/2026), dikutip dari Antara.

Manila Digger menurunkan sembilan pemain asal Afrika dalam susunan sebelas pemain terbaiknya, yang tujuh di antaranya dari Gambia.

Menurut Jan Olde, hal ini menjadi keunggulan tersendiri untuk tim tamu karena koneksi antarpemain menjadi lebih terjalin karena mayoritas dari benua yang sama.

"Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika (Cape Town City), jadi saya cukup memahami karakter permainan seperti itu. Mereka mengandalkan kekuatan fisik serta permainan oportunis,” kata pelatih asal Belanda ini.

Jan Olde menilai situasi sedikit menyulitkan timnya setelah Alex Martins tak bisa bermain karena cedera sehingga Banten Warriors memulai laga dengan kurang baik.

"Kami sedikit tidak beruntung karena penyerang kami, Alex Martins, mengalami cedera. Saat itu kami tidak memiliki pemain lain yang benar-benar bisa menggantikan posisinya sehingga Vico Duarte harus mengisi peran tersebut,” kata dia.

Pada babak kedua, setelah kembali kemasukan gol, Dewa mengubah taktik permainan dengan memasukkan beberapa pemain, salah satunya Egy Maulana Vikri.

Egy membawa perubahan di mana salah satu aksinya membuahkan assist untuk Lowe.

“Setelah perubahan tersebut kami mulai menciptakan peluang dan berhasil mencetak dua gol,” kata Jan Olde.

Dewa tak boleh terlalu larut dalam kesedihan karena harus segera mengalihkan fokus ke Super League melawan Persija pada Minggu, 15 Maret 2026, pukul 20.30 WIB di Jakarta International Stadium, Jakarta Utara.

0 comments

    Leave a Reply