Fundamental Domestik Terjaga, IHSG Berpotensi Menguat di Tengah Volatilitas Pasar Global | IVoox Indonesia

April 22, 2026

Fundamental Domestik Terjaga, IHSG Berpotensi Menguat di Tengah Volatilitas Pasar Global

Head of Research & Chief Economist Rully Arya Wisnubroto
Head of Research & Chief Economist Rully Arya Wisnubroto dalam 'Media Day: October 2025 by Mirae Asset' bertema "Navigating the Market with Innovation, Strategy, and AI" Kamis (16/10/2025). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat volatilitas pasar global yang masih tinggi pada kuartal II 2026 sebagai peluang strategis bagi investor untuk tetap aktif dan selektif dalam berinvestasi. 

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa dinamika suku bunga global dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar. Ketegangan di Timur Tengah, menurutnya, turut memberikan tekanan terhadap inflasi serta memperlambat laju pertumbuhan ekonomi global.

“Volatilitas merupakan bagian dari dinamika global, namun dengan fundamental domestik yang masih relatif terjaga, peluang investasi di pasar Indonesia masih terbuka,” ujar Rully dalam Media Day bertema Volatility to Opportunity: Market Outlook and Strategy for Q2 2026 pada Selasa (21/4/2026), dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa ruang penurunan suku bunga masih terbatas akibat tekanan inflasi dan harga minyak, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran 5 persen.

Dari sisi sektoral, Research Analyst Mirae Asset Sekuritas, Daniel Aditya Widjaja, menyoroti kinerja sektor telekomunikasi yang menunjukkan pemulihan lebih kuat dari perkiraan. Ia menyebut Average Revenue Per User (ARPU) dari Indosat Ooredoo Hutchison dan XL Axiata mencatatkan rekor tertinggi pada kuartal IV 2025.

“Pencapaian ARPU ini mencerminkan pergeseran industri dari kompetisi harga menuju kompetisi berbasis nilai,” ujar Daniel.

Ia juga menyoroti potensi bisnis GPU-as-a-Service (GPUaaS) yang diperkirakan mulai berkontribusi terhadap pendapatan Indosat pada 2026. Selain itu, rencana spin-off aset fiber milik Telkom Indonesia dinilai berpotensi mendorong dividen spesial dengan estimasi yield 12–13 persen.

Mirae Asset mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor telekomunikasi, dengan saham EXCL sebagai pilihan utama berkat potensi pertumbuhan EBITDA sebesar 17,7 persen secara tahunan pada 2026.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji, menilai volatilitas pasar justru membuka peluang masuk bagi investor melalui strategi yang tepat.

“Volatilitas membuka peluang melalui strategi berburu saham diskon dengan pendekatan value investing. Momentum dividen dan kinerja emiten dapat dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, terutama pada saham komoditas dan big caps,” ujarnya.

Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak di kisaran support 7.346–7.447 dan resistance 7.677–7.774 dalam jangka pendek. Sejumlah saham unggulan seperti ADRO, BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, dan EXCL dinilai menarik untuk dikoleksi, termasuk saham komoditas seperti ANTM, BRMS, UNTR, dan MDKA.

0 comments

    Leave a Reply