Fortune Indonesia Rilis Daftar 100 Perusahaan Skala Bisnis Terbesar di Indonesia, BRI Salip Astra | IVoox Indonesia

August 14, 2026

Fortune Indonesia Rilis Daftar 100 Perusahaan Skala Bisnis Terbesar di Indonesia, BRI Salip Astra

Gedung BRI
Ilustrasi - Gedung BRI. ANTARA/HO-BRI

IVOOX.id – Fortune Indonesia kembali merilis daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026 yang memuat 100 perusahaan dengan skala bisnis terbesar di Indonesia berdasarkan kinerja tahun fiskal 2025. Memasuki edisi kelima, standar untuk masuk dalam daftar tersebut semakin tinggi. Perusahaan setidaknya harus membukukan pendapatan Rp12,31 triliun.

Angka tersebut meningkat 7,85 persen dibandingkan ambang batas tahun sebelumnya. Jika dibandingkan edisi perdana yang menggunakan kinerja 2021, batas minimal pendapatan Fortune Indonesia 100 telah melonjak hampir 46 persen dari Rp8,41 triliun.

Data Fortune Indonesia menunjukkan, sekitar 66 perusahaan dalam daftar tahun ini mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya berlanjut ke tingkat profitabilitas. Hanya 49 perusahaan yang berhasil meningkatkan laba bersih, sementara 51 perusahaan lainnya mengalami penurunan.

“Pertumbuhan topline belum otomatis diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba,” kata Editor-in-Chief Fortune Indonesia Hendra Soeprajitno dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Kamis (13/8/2026).

Secara keseluruhan, 100 perusahaan yang masuk daftar Fortune Indonesia 100 2026 membukukan total pendapatan Rp6.224,01 triliun. Nilai tersebut setara sekitar 26,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia pada 2025 yang mencapai Rp23.821,1 triliun berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

Perubahan juga terjadi di jajaran teratas daftar Fortune Indonesia 100. Empat perusahaan yang selama empat tahun terakhir konsisten berada di posisi empat besar, yakni Pertamina, PLN, Astra International, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), mengalami perubahan susunan.

BRI untuk pertama kalinya menyalip Astra International dan menempati posisi ketiga berdasarkan pendapatan 2025. Posisi pertama masih ditempati Pertamina, sedangkan PLN berada di peringkat kedua.

“Perubahan tersebut menunjukkan bahwa bahkan di antara perusahaan-perusahaan dengan skala terbesar sekalipun, posisi di puncak bukanlah sesuatu yang permanen,” ujar Hendra.

Dari sisi laba bersih, sektor perbankan mendominasi tiga posisi teratas. Bank Central Asia mencatat laba bersih terbesar sebesar Rp57,54 triliun, disusul BRI Rp56,65 triliun dan Bank Mandiri Rp56,29 triliun. Pertamina berada di posisi keempat dengan laba bersih Rp56,23 triliun.

Sementara itu, Astra International menjadi perusahaan dengan jumlah karyawan terbanyak, yakni 133.667 orang. Posisi berikutnya ditempati Indofood Sukses Makmur dengan 98.874 karyawan dan Sumber Alfaria Trijaya sebanyak 98.515 karyawan.

BUMN Kuasai Separuh Pendapatan

Perusahaan BUMN juga memiliki kontribusi besar dalam daftar tersebut. Meski hanya terdapat 19 BUMN dari total 100 perusahaan, akumulasi pendapatan mereka mencapai Rp3.131,83 triliun atau setara 50,32 persen dari total pendapatan seluruh perusahaan dalam Fortune Indonesia 100.

Pertamina menjadi BUMN dengan pendapatan terbesar, mencapai Rp1.189,74 triliun. Di posisi berikutnya terdapat PLN dengan pendapatan Rp582,68 triliun dan BRI Rp324,33 triliun.

Sejumlah BUMN lainnya yang masuk dalam daftar antara lain Bank Mandiri, MIND ID, Telkom Indonesia, Bank Negara Indonesia, Pupuk Indonesia, Garuda Indonesia, Bank Tabungan Negara, Pelindo, Kereta Api Indonesia, Semen Indonesia, Jasa Marga, InJourney, Hutama Karya, PT PP, Krakatau Steel, dan Wijaya Karya.

Daftar Fortune Indonesia 100 2026 menunjukkan bahwa skala bisnis perusahaan terbesar di Indonesia terus berkembang. Namun, peningkatan pendapatan juga menghadirkan tantangan untuk menjaga pertumbuhan laba di tengah dinamika ekonomi dan persaingan bisnis yang semakin ketat.

0 comments

    Leave a Reply