Festival Pendidikan Belajaraya Jakarta 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pendidikan Lebih Inklusif | IVoox Indonesia

April 22, 2026

Festival Pendidikan Belajaraya Jakarta 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pendidikan Lebih Inklusif

Najelaa Shihab, Pendidik & Inisiator Jaringan SMSG
Najelaa Shihab, Pendidik & Inisiator Jaringan SMSG bersama Kepala Pusat Pengembangan Literasi digital badan pngebangan sumber daya manusia kementerian komdigi Rizki Ameliah dan Marsya Nurmaranti, Ketua Umum Semua Murid Semua Guru dalam Konferensi Pers di Jakarta Selasa (21/4/2026). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – Festival pendidikan Belajaraya Jakarta 2026 kembali digelar sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Acara ini akan berlangsung pada 2 Mei 2026 di Taman Ismail Marzuki, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Diinisiasi oleh Semua Murid Semua Guru sejak 2016, Belajaraya telah berkembang menjadi wadah kolaboratif yang menghimpun lebih dari 1.000 komunitas dan organisasi pendidikan dari berbagai daerah. Tahun ini, tema “Merayakan Kerja Barengan untuk Ekosistem Pendidikan” diangkat untuk menegaskan pentingnya sinergi dalam menjawab tantangan pendidikan nasional, mulai dari kesenjangan akses hingga kebutuhan keterampilan di era perubahan cepat.

Ketua Umum Semua Murid Semua Guru, Marsya Nurmaranti, menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa dicapai secara parsial. “Melalui forum ini, Belajaraya menegaskan bahwa upaya memajukan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama dari berbagai pihak,” ujarnya dalam konferensi pers Selasa (21/4/2026).

Sementara itu, Najelaa Shihab melihat Belajaraya sebagai tonggak penting gerakan pendidikan berbasis komunitas. Ia menyoroti ekspansi kegiatan yang kini menjangkau sembilan kota sebagai indikasi bahwa inisiatif pendidikan tidak lagi terpusat di kota besar. “Di tengah perkembangan tersebut, saya melihat bahwa tantangan terbesar justru terletak pada cara pandang masyarakat terhadap pendidikan yang masih kerap disamakan dengan persekolahan formal,” katanya.

Dalam rangkaian acara, Belajaraya menghadirkan beragam aktivitas mulai dari diskusi publik, kelas belajar, hingga pameran karya dan pertunjukan musik. Sejumlah tokoh lintas sektor juga dijadwalkan hadir, seperti Meutya Hafid dan Nasaruddin Umar, serta figur publik seperti Najwa Shihab.

Dari sisi pemerintah, Rizki Ameliah menekankan pentingnya kolaborasi di tengah dinamika teknologi. “Pendidikan kita saat ini sangat dinamis, sehingga kunci utamanya adalah kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya.

Selain itu, isu inklusivitas juga menjadi sorotan, terutama terkait akses pendidikan bagi penyandang disabilitas. Stefani Herlie menyebut bahwa tantangan saat ini terletak pada aksesibilitas teknologi yang belum merata.

0 comments

    Leave a Reply