Fenomena Haze Selimuti Pulau Lombok NTB, Jarak Pandang Terbatas | IVoox Indonesia

July 7, 2026

Fenomena Haze Selimuti Pulau Lombok NTB, Jarak Pandang Terbatas

jalur elak yang berkabut akibat musim kemarau dan partikel padat di Kabupaten Lombok Barat

IVOOX.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan fenomena haze atau udara kabur saat ini menyelimuti Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebabkan jarak pandang menjadi terbatas hanya satu kilometer saat dini hari.

Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Ari Wibianto mengatakan udara kabur itu terjadi saat musim kemarau akibat rendahnya kelembapan atmosfer membuat debu dan partikel kering melayang ke udara.

"Karena tidak ada hujan, maka partikel-partikel padat tertahan di udara dalam waktu lama. Ketika partikel padat itu sangat padat terbentuklah fenomena haze yang secara fisik mengurangi jarak pandang," ujar dia di Mataram, NTB, Senin (6/7/2026), dikutip dari Antara.

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG dalam beberapa hari terakhir, jarak pandang di kawasan Bandara Lombok sempat menurun hingga satu kilometer saat dini hari.

Kondisi jarak pandang terbatas tersebut berangsur membaik ketika intensitas sinar matahari perlahan menguat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penurunan jarak pandang kabut asap atau udara kabur. Pengurangan jarak pandang dapat memicu gangguan transportasi dan bahaya kecelakaan lalu lintas.

Ari menuturkan jarak pandang yang menurun dalam beberapa hari terakhir tidak terlepas dari musim kemarau dan padatnya partikel di udara.

"Kami imbau masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan," ujar dia.

BMKG memperkirakan peluang hujan di seluruh Nusa Tenggara Barat (NTB) kurang dari 10 persen pada awal Juli 2026 seiring daerah tersebut mulai memasuki fase puncak musim kemarau.

Peluang hujan sangat rendah itu turut dipengaruhi oleh penguatan fenomena El-Nino yang saat ini berada dalam kategori moderat dengan indeks +1.61 membuat kemarau terasa lebih kering.

BMKG menetapkan empat daerah berstatus waspada kekeringan meteorologis, yakni Kabupaten Lombok Tengah (Kecamatan Praya Barat); Kabupaten Lombok Timur (Kecamatan Jerowaru, Pringgabaya, Sambelia); Kabupaten Sumbawa (Kecamatan Moyo Utara, Utan), dan Kabupaten Bima (Kecamatan Palibelo serta Tambora).

0 comments

    Leave a Reply