Fajar/Fikri Jaga Asa Wakil Indonesia di China Open 2026

IVOOX.id – Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akan fokus ke proses pemulihan sebelum tampil dalam semifinal China Open 2026 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Sabtu, 25 Juli 2026, menghadapi Liang Wei Keng/Wang Chang.
"Melawan tuan rumah bukan hal yang mudah dan mereka pun pasangan yang sangat baik," kata Fikri dalam keterangan PBSI pada Jumat (24/7/2026), dikutip dari Antara.
"Kami sudah sering bertemu. Yang pasti untuk besok harus siap dan malam ini recovery yang bagus," imbuhnya.
Fajar/Fikri lebih unggul dari Liang/Wang dari lima pertemuan terakhir. Juara China Open 2025 itu empat kali kemenangan dan sekali kalah.
Kemenangan terbaru Fajar/Fikri dari Liang/Wang dicatat pada semifinal Singapore Open 2026.
Fajar/Fikri mengunci tiket semifinal China Open 2026 setelah mengatasi ganda Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju lewat dengan 21-15 dan 21-13 pada perempat final Jumat.
"Alhamdulillah bersyukur diberikan kemenangan, kelancaran juga di pertandingan hari ini," kata Fajar, dikutip dari Antara.
Sementara ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum harus terhenti pada perempat final setelah kalah dari unggulan kedelapan asal China Li Yi Jing/Luo Xu Min dengan skor 18-21, 18-21 di Changzhou, China, Jumat, 24 Juli 2026.
“Setelah ini kami menatap Kejuaraan Dunia pertama kami. Harus meningkatkan lagi konsistennya dan ditambah tenaga pukulannya,” ujar Febi dalam keterangan resmi PBSI setelah laga, dikutip dari Antara.
Pada pertandingan tersebut, Rachel/Febi kesulitan keluar dari tekanan lawan karena sejumlah pengembalian mereka terlalu tanggung sehingga membuka kesempatan bagi Li/Luo untuk terus menyerang.
“Tadi kami lebih banyak tertekan, pengembalian bolanya terlalu tanggung jadi mereka enak buat menyerang kami,” kata Febi.
Rachel mengatakan mereka sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengambil keuntungan pada gim pertama ketika pasangan China berada dalam posisi kalah angin.
Namun, tekanan serangan Li/Luo tetap menyulitkan Rachel/Febi. Situasi semakin berat pada gim kedua ketika kekuatan pukulan lawan meningkat.
“Di gim pertama posisi mereka kalah angin tapi tekanan serangannya lumayan kencang, padahal itu kesempatan kami untuk mengambil keuntungan. Ketika berbalik di gim kedua, tenaga mereka semakin kuat dan itu menyulitkan kami untuk membalikkan bola dengan bagus,” ujar Rachel, dikutip dari Antara.
Meski gagal melaju ke semifinal, Rachel menilai rangkaian pertandingan dalam dua pekan terakhir memberikan banyak pengalaman, terutama dalam mengembangkan variasi pola permainan.
“Banyak yang bisa diambil dari pertandingan-pertandingan di dua minggu ini. Dari beberapa kali main, cukup beda-beda pola yang bisa dimainkan, itu nilai positifnya. Cuma memang ada yang kebaca, ada yang lancar. Ini jadi modal untuk perbaikan ke depan,” kata Rachel.
Putri KW dan Jojo Tersingkir
Langkah tunggal putri Indonesia Putri Kusuma terhenti pada perempat final China Open 2026 di Changzhou, China, Jumat, 24 Juli 2026. Unggulan keenam itu harus mengakui keunggulan wakil Jepang Tomoka Miyazaki melalui pertandingan tiga gim 21-16, 11-21, 9-21.
“Banyak pelajaran yang saya ambil dari dua minggu ini, walau di sini kurang puas dengan penampilannya tapi minggu lalu bisa mengalahkan Wang Zhi Yi dan hampir menang dari Akane Yamaguchi cukup menumbuhkan kepercayaan diri yang lebih lagi,” ujar Putri dalam keterangan resmi PBSI setelah laga, dikutip dari Antara.
Putri sebelumnya mengalahkan tunggal putri China Wang Zhi Yi dan memberikan perlawanan ketat kepada wakil Jepang Akane Yamaguchi pada turnamen Japan Open, pekan lalu.
Hasil tersebut menjadi modal bagi Putri untuk meningkatkan keyakinannya menghadapi persaingan di level tertinggi, meski ia mengaku belum puas dengan penampilannya saat melawan Tomoka.
Putri sempat mengendalikan pertandingan dengan merebut gim pertama 21-16. Namun, ia kesulitan mempertahankan pola permainan pada dua gim berikutnya setelah terus berada dalam tekanan lawan.
“Secara permainan sebenarnya Tomoka tidak banyak berubah tapi faktor menang dan kalah angin cukup menentukan. Di gim ketiga dari awal dia terus menekan dan saya tidak bisa keluar dari tekanan. Dia mungkin bisa tampil lebih lepas dan saya terus kesulitan dengan pukulan-pukulan yang terlalu panjang atau nettingnya banyak tanggung,” kata Putri.
Pebulu tangkis 24 tahun itu tetap bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera, tetapi kecewa karena gagal menjaga performanya setelah memenangi gim pembuka.
“Tetap bersyukur keluar dari lapangan dengan tidak ada cedera apapun. Untuk hari ini saya rasa sangat nggak puas mainnya. Walaupun gim pertama menang, tapi gim kedua dan ketiga benar-benar tidak memuaskan,” ujar Putri.
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie juga tersingkir pada perempat final China Open 2026. Jonatan yang menempati unggulan keempat harus mengakui keunggulan pebulu tangkis muda Kanada Victor Lai dalam dua gim langsung dengan skor 14-21, 17-21 di Changzhou, China, Jumat, 24 Juli 2026.
“Masih mencari cara yang tepat untuk menang dari dia tapi sedikit lebih belajar dari yang kemarin di Indonesia Open,” kata Jonatan melalui keterangan resmi PP PBSI setelah pertandingan, dikutip dari Antara.
Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun Jonatan dari Victor. Sebelumnya ambisi Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie untuk menjadi juara Super 1000 Indonesia Open 2026 juga kandas setelah di final kalah dari Victor dua gim langsung 19-21, 8-21.
Jonatan mengaku dirinya sudah mampu memperlihatkan permainan yang lebih baik dibandingkan pertemuan sebelumnya. Namun, konsistensi fokus pada sejumlah momen krusial masih menjadi kendala.
“Saya rasa saya sudah melakukan yang terbaik. Hanya memang beberapa kali tadi polanya sudah benar, tapi tiba-tiba berubah dan dia melihat celah itu. ketika memang saya agak sedikit kendur, dia coba untuk menaikkan tempo permainan sehingga saya secara tidak langsung mengikuti pola dia lagi,” ujar Jonatan.
Menurut pemain peringkat teratas Indonesia tersebut, Victor mampu memanfaatkan setiap penurunan tempo dan jeda permainan untuk kembali mengambil kendali pertandingan.
Jonatan juga memuji ketenangan, pertahanan, dan variasi pukulan pemain berusia muda tersebut yang dinilainya memiliki potensi besar pada masa mendatang.
“Saya melihat Victor Lai salah satu pemain muda yang sangat baik. Saya rasa dia bisa jadi pemain yang bagus juga ke depan, terlihat dari cara dia bermain yang tenang, sabar, dan defense-nya juga solid. Juga variasi pukulannya cukup baik,” kata Jonatan.
Kekalahan Jonatan membuat langkahnya terhenti pada babak delapan besar turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 tersebut. Dengan demikian tak ada wakil Indonesia di sektor tunggal putra yang mampu melaju ke semifinal.


0 comments